Film Remake Makin Tak Populer, Benarkah?

Lifestyle - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
30 June 2019 15:48
Film Remake Makin Tak Populer, Benarkah?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi pecinta film, rasanya kata remake sudah tak asing lagi. Bagi yang belum tahu, film remake merupakan film yang didasarkan pada film serupa yang sebelumnya sudah dibuat. Mulai dari cerita hingga karakter dalam film remake adalah sama persis atau setidaknya sangat mirip dengan film yang didasarkannya.

Pada tahun ini, salah satu film terpopuler di dunia adalah Aladdin. Disutradarai oleh Guy Ritchie, kisah cinta antara Aladdin dan Putri Jasmine tersebut berhasil meraup penjualan kotor senilai US$ 824,1 juta selama ditayangkan di bioskop, dilansir dari Box Office Mojo. Versi daur ulang dari film yang juga berjudul Aladdin itu terbukti menjadi mesin pencetak uang yang begitu dahsyat.

Bulan depan, The Lion King yang juga masuk ke dalam kategori film remake akan hadir di layar lebar. Melihat animo yang ada sejauh ini, rasanya The Lion King akan dengan mudah merangsek di tangga box office.


Namun ternyata, pamor film remake semakin pudar setiap tahunnya. Dilansir dari halaman Stephen Follows, dari 100 film produksi AS dengan pendapatan kotor tertinggi di dunia pada tahun 2017, hanya 4 film yang masuk dalam kategori remake. Angka ini jauh turun dari capaian tahun 2005 yang mencapai 17 film. Sejak tahun 2005, kiprah film remake dalam daftar 100 film dengan pendapatan kotor tertinggi terus saja merosot.

Film Remake Makin Tak Populer, Benarkah?Foto: Persentase Film Remake dari 100 Film Terlaris Dunia Produksi AS (Stephen Follows)

Namun, data tersebut bukan berarti film remake bisa dibilang gagal atau ditinggalkan penonton. Pasalnya, kala film remake sukses, maka besar kemungkinan akan terlahir sebuah sekuel, prekuel, ataupun spinoff. Sebagai contoh, Batman Begins yang dirilis pada tahun 2005 merupakan remake dari franchise Batman. Begitu apiknya akting Christian Bale sebagai Batman pada akhirnya melahirkan sekuel dengan Judul The Dark Knight dan The Dark Knight.

Batman Begins yang dirilis pada tahun 2005 berhasil meraup penjualan kotor senilai US$ 372,7 juta di seluruh dunia atau merupakan yang tertinggi kesembilan pada saat itu. Sekuelnya yakni The Dark Knight (2008) kemudian berhasil memuncaki tangga box office dengan pendapatan kotor senilai US$ 1 miliar. Sekuel berikutnya yakni The Dark Knight Rises (2012) menempati posisi tiga tangga box office dengan pendapatan kotor senilai US$ 1,08 miliar. Pada saat itu, The Dark Knight Rises hanya takluk dari The Avengers (US$ 1,52 miliar) dan Skyfall (US$ 1,11 miliar).

Kemudian, ada juga Rise of the Planet of the Apes yang merupakan remake dari Planet of the Apes. Dirilis pada tahun 2011, film besutan Rupert Wyatt tersebut menempati urutan 14 dari tangga box office dengan penjualan kotor senilai US$ 481,8 juta. Sekuelnya yakni Dawn of the Planet of the Apes (2014) menempati posisi delapan dengan penjualan kotor senilai US$ 710,6 juta. Sekuel berikutnya yakni War for the Planet of the Apes dirilis pada tahun 2017 dan berhasil meraup penjualan kotor senilai US$ 490,7 juta di seluruh dunia.

Kalau film yang masuk ke dalam kategori sekuel, prekuel, dan spinoff dimasukkan ke daftar, terlihat jelas bahwa kontribusinya menjadi besar. Masih dilansir dari Stephen Follows, per tahun 2017 sekuel, prekuel, dan spinoff menyumbang sebanyak 30 film dari daftar 100 film produksi AS dengan pendapatan kotor tertinggi di dunia. Jika ditotal dengan film remake, maka kontribusinya mencapai 34 film.

Film Remake Makin Tak Populer, Benarkah?Foto: Persentase Film Sekuel, Prekuel, dan Spinoff dari 100 Film Terlaris Dunia Produksi AS (Stephen Follows)

Kontribusi dari film remake, sekuel, prekuel, dan spinoff dari daftar 100 film produksi AS dengan pendapatan kotor tertinggi di dunia pada tahun 2017 yang mencapai 34 film tersebut meningkat dibandingkan kontribusi pada tahun 2005 yang sebanyak 26 film.

Jadi, kalau berbicara kesuksesan, ternyata film remake tak bisa dibilang gagal. Justru, kesuksesan film remake pada akhirnya membuka jalan bagi para produser untuk memproduksi sekuel, prekuel, ataupun spinoff.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading