Hati-Hati, Sering Main Ponsel Berisiko Tumbuh Tanduk di Leher

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 June 2019 14:10
Hati-Hati, Sering Main Ponsel Berisiko Tumbuh Tanduk di Leher
Jakarta, CNBC Indonesia- Hasil studi peneliti di Australia menyebut kebiasaan bermain telepon genggam atau handphone bisa berisiko mengubah struktur tulang manusia.

Dikutip dari laporan BBC, penelitian yang dilakukan oleh Dr David Shahur dari University of The Sunshine Coast, Queensland, Australia. Menurut peneliti biomekanik ini kebiasaan bermain handphone terlalu lama membuat adanya pertumbuhan mirip tanduk di sekitar pangkal leher.

Bahkan, kadang-kadang penemuan itu begitu besar dan mereka dapat dilihat serta dirasakan melalui kulit.




 "Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun dan hanya dalam dekade terakhir, semakin banyak saya temukan pertumbuhan yang tak normal di tengkorak ini," kata Shahur.

Tanduk  ini oleh para pakar disebut sebagai tonjolan oksipital eksternal, dan pertama kali ditemukan pada tahun 1885. Ini dianggap sangat langka sehingga ilmuwan Prancis Paul Broca dulu berpendapat bahwa kasus itu hanyalah anomali yang tidak layak didiagnosa medis.

Menurut Shahur, Broca tidak begitu peduli dengan temuannya tersebut karena ia meneliti sangat banyak tengkorak namun tidak begitu mengetahui pasti yang mana yang memiliki kejanggalan tersebut.

Ini membuat Shahur kembali mengobrak-abrik penelitian lawas untuk memperdalam risetnya, seperti dikutip dari New York Post.

Shahur percaya bahwa tonjolan itu mungkin disebabkan oleh kebiasaan membengkokkan leher akibat penggunaan perangkat seluler yang terlalu sering, yang sudah banyak dikeluhkan menyebabkan sakit leher.  

Memegang handphone dengan posisi ini untuk jangka waktu yang lama dapat memberikan tekanan ekstra pada titik di mana otot leher bertemu dengan tengkorak.

Untuk memberikan dukungan tambahan, pada kepala yang beratnya sekitar 10 pound milik orang dewasa, tubuh terus mengimbangi dengan mengembangkan tulang baru, yang dapat membantu mendistribusikan kembali berat.

Pada 2016, Shahur dan rekan-rekannya menghasilkan penelitian di Journal of Anatomy yang menyelidiki fenomena ini.  Mereka menganalisis lebih dari 200 radiografi pasien berusia antara 18 dan 30 tahun, dan menemukan pertumbuhan tulang yang janggal ini pada 41 persen dari mereka.

Fenomena ini lebih umum terjadi pada pria, dengan ukuran terbesar 1,4 inci. Tahun lalu, Shahur memperluas penelitiannya dengan memasukkan generasi yang lebih tua, dan mendapati masalah ini lebih umum di kalangan anak muda, banyak di antara mereka yang lahir dengan alat pintar di tangan mereka.  

Dari 1.200 total individu dalam studi Laporan Ilmiah, 33 persen dari mereka memiliki tonjolan.  Mereka yang berada dalam kelompok usia 18 hingga 29 memiliki tingkat prevalensi tertinggi dan menunjukkan bahwa teknologi yang lebih baru mungkin berperan.

Shahur memastikan bahwa tonjolan ini tak  harus melakukan perawatan medis, tetapi begitu mereka ada di sana, mungkin tidak ada yang bisa menyingkirkannya.

"Bayangkan jika Anda memiliki stalaktit dan stalagmit dalam tubuh, jika tidak ada yang mengganggu mereka, mereka akan terus tumbuh," kata dia.

Untuk meminimalkan pertumbuhan tonjolan ini, cobalah memperbaiki postur tubuh Anda.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading