Special Features

Pendapatan dari YouTube Fantastis, Bagaimana dengan Pajaknya?

Lifestyle - Arina Yulistara & Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
25 February 2018 20:24
Pendapatan dari YouTube Fantastis, Bagaimana dengan Pajaknya?
Jakarta, CNBC Indonesia- Jumlah pembuat konten YouTube di Indonesia terus bertambah. Menurut data Google, Youtuber dengan jumlah subscriber lebih dari 1 juta berlipat 4 kali dalam setahun.

Belum ada yang mau terus terang membuka berapa penghasilan yang didapatkan dari Youtube, namun dengan menggunakan situs analistik Social Blade, dapat diketahui beberapa YouTuber atau vlogger lokal bisa meraup pendapatan hingga miliaran rupiah dari channel Youtube mereka.




Pembuat konten dari pemilik akun YouTube 'Sarap TV', Star Irawan dan Indra Pramujito mengatakan kalau bekerja sebagai YouTuber memang memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. Buktinya saja, Indra memutuskan keluar dari pekerjaannya setelah mencoba menjadi YouTuber dan berkolaborasi dengan Star.

Indra mengatakan kalau penghasilan seorang YouTuber tidak hanya semata-mata dapat dari pihak YouTube tapi justru tawaran berbagai brand untuk iklan maupun mengisi acara offline. Mendapat berbagai peluang baru yang lebih dicari oleh Star dan Indra.

"Kalau (uang) dari YouTube biasanya nanti di-email tapi justru dari brand dan iklan yang lumayan atau off air juga. Saat jadi content creator kita jadi banyak tawaran sih itu juga kenapa saya memilih keluar dari pekerjaan," kata Indra.

Sayangnya, kemajuan dunia digital memang terlalu cepat ketimbang regulasi, termasuk perpajakan.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan soal media sosial yang jadi celah mencari pendapatan, masih dipantau lebih dulu pergerakannya oleh pemerintah.

"Sekarang konteksnya kami siapkan dulu yang e-commerce, YouTube, Instagram, dan lainnya sifatnya masih kami pantau pergerakannya," kata Hestu.

Hestu juga belum bisa menjawab apakah sampai saat ini para pencipta konten video digital sudah mulai melaporkan penghasilan yang mereka dapatkan dari YouTube. "Kami belum bisa bicara banyak mengenai itu, dan spesifik kewajiban perpajakan suatu jenis pekerjaan yang dimaksud. Sistem kita itu self assessment, dan bisa saja penghasilan yang didapatkan dari Youtube atau semacamnya masuk dalam PPh, yang dilaporkan dalam SPT," katanya.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading