Wih, Atta Halilintar Masuk 10 Besar Youtuber Terkaya Dunia!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 August 2019 18:42
Wih, Atta Halilintar Masuk 10 Besar Youtuber Terkaya Dunia!
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah menyandang status 'Raja YouTube ASEAN' yang memiliki lebih dari 10 juta subscriber, kini Atta Halilintar dinyatakan sebagai salah satu dalam daftar 10 YouTuber dunia terkaya.

Diambil dari data dari Purple Moon Promo, YouTuber asal Indonesia itu berada di urutan nomor delapan dengan penghasilan £ 1,372 juta atau lebih dari Rp 21 miliar per bulan.




Namun jumlah tersebut tidak hanya didapat dari AdSense YouTube. Pemilik nama lengkap Muhammad Attamimi Halilintar ini juga mendapatkan uang dari beberapa gurita bisnis, yaitu clothing line Atta Halilintar Habit (AHHA), AHHA Hijab, AHHA Publishing, Cake Masa Depan, dan toko oleh-oleh Medan Mulaka.

Wih, Atta Halilintar Masuk 10 Besar Youtuber Terkaya Dunia!Foto: Atta Halillintar mendapatkan subscriber sebanyak 11 juta. Merupakan subscriber terbanyak di Asia Tenggara (Instagram @attahalilintar)


Selain Atta, YouTuber lain yang masuk ke dalam daftar itu ada PewDiePie di urutan pertama urutan £ 6 juta, Dude Perfect dengan £ 2,8 juta, VanossGaming dengan £ 2,2 juta, DanTDM dengan £ 2,1 juta, JuegaGerman dengan £ 1,8 juta, Markiplier £ 1,7 juta, Collins Key £ 1,7 juta, dengan Jacksepticeye £ 1,360 juta, dan Smosh dengan £ 1,319 juta.

Melalui SocialBlade, diketahui anak sulung dari kesebelasan Gen Halilintar ini mempunyai 18,502,044 subscriber (per 20 Agustus 2019), dengan 580 buah video yang mampu menjaring 1,622,711,985 views. Pria kelahiran 20 November 1994 masuk ke dalam YouTuber dengan grade A.

Dengan akun yang sudah ada sejak 26 Januari 2014, konten video yang dimuat oleh pemilik jargon 'Aysiaaaaap' ini biasanya tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, eksperimen sosial, prank, musik, grebek rumah artis atau youtuber dan kolaborasi dengan para artis atau pun youtuber lain.



[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading