Emas Dunia Diramal Melesat 120%, Emas Antam Apa Kabar?

Investment - Muhammad Azwar, CNBC Indonesia
02 January 2023 09:25
Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

CNBC Indonesia Jakarta - Mengawali perdagangan di awal tahun baru 2023 Senin (02/01/22) harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam tidak berubah.

Harga emas di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung ukuran 1 gram masih sama dengan harga kemarin yakni Rp1.026.000 per batang.

Dikutip dari data laman resmi Logam Mulia, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) ditetapkan Rp926 ribu per gram. Harga itu stagnan per gram tak berubah dari perdagangan kemarin.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran, yakni, 0,5 gram dijual Rp.563 ribu, 5 gram dijual Rp4,9 juta, 10 gram Rp9,75 juta, 25 gram Rp24,26 juta, dan 50 gram Rp48,45 juta. Namun saat ini produk emas yang tersedia hanya ukuran 0,5 dan 1 gram.

Pagi ini, pukul 06:40 WIB, harga emas ada di S$ 1.823,69 per troy ons. Harganya melandai 0,04% dibandingkan pada penutupan di hari terakhir perdagangan tahun lalu. Namun, banyak analis memprediksi harga emas bisa terbang tinggi pada tahun ini, hingga ke US$ 3.000 - 4.000/troy ons.

Jika harga emas naik menjadi US$ 3.000 per troy ons, artinya emas akan melonjak 65% dari harga yang sekarang. Harganya akan terbang 119% jika nantinya emas menembus US$ 4.000 per troy ons. Jika itu terjadi, harga emas batangan di dalam negeri tentunya akan ikut melesat tahun ini.

Kekhawatiran akan resesi yang parah meningkatkan perkiraan bahwa bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

Chief investment officer Swiss Asia Capital, Juerg Kiener memperkirakan harga emas akan meningkat tajam akibat pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve.

"Harga emas akan terbang hingga US$ 4.000 per troy ons pada 2023. Artinya, harga emas melonjak 119% dari harga sekarang" ungkap Kiener.

Menurut beberapa ekonom, beberapa laporan pasar tenaga kerja minggu ini dapat mengatur suasana pasar, setidaknya untuk kuartal pertama tahun ini. Dalam konferensi persnya pada 14 Desember, Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell, telah memperingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja masih terlalu ketat bagi bank sentral untuk mengubah sikap kebijakan moneternya yang agresif.

Ekonom baru-baru ini memperhatikan dengan cermat Laporan Kesempatan Kerja bulanan dan Survei Perputaran Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, atau laporan JOLTS. Ekonom mencatat bahwa penurunan lebih lanjut dalam jumlah pekerjaan yang tersedia dapat menandakan pengangguran yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom di TD Securities mengatakan bahwa mereka mengharapkan laporan pasar tenaga kerja AS Desember menunjukkan ketahanan lanjutan di pasar tenaga kerja AS.

"Penciptaan lapangan kerja (non-farm payrolls) kemungkinan mendapatkan momentum pada bulan Desember, dengan penguatan gaji pada penutupan tahun dalam indikasi terbaru dari kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat. Tingkat [pengangguran] kemungkinan juga turun menjadi 3,6%, sementara kami memperkirakan pertumbuhan upah akan tetap ada." tinggi pada 0,4% m/m setelah meningkat menjadi 0,6% pada November," kata para ekonom dalam sebuah catatan Jumat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Makin Tenggelam di Level Terendah 1 Bulan


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading