Siap-Siap Borong Bunda! Emas Pegadaian Bisa Turun (Lagi)

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 September 2022 09:45
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian turun cukup tajam pada perdagangan Minggu (25/9/2022). Pada pekan depan, harga emas batangan ini berisiko kembali turun, sebab emas dunia diramal masih akan turun.

Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS, semuanya mengalami penurunan harga.

Emas Antam standar dengan ukuran 1 gram dijual Rp 968.000/batang, turun 0,83%. Emas Antam jenis retro dengan ukuran yang sama dibanderol Rp 0,22%.

Kemudian emas Antam batik dan UBS dengan ukuran 1 gram masing-masing dibanderol Rp 1.120.000/batang dan Rp 918.000/batang turun masing-masing 0,71% dan 0,33%.

Pergerakan harga emas batangan di dalam negeri mengikuti arah emas dunia. Sepanjang pekan lalu harga emas dunia jeblok nyaris 2% ke US$ 1.643/troy ons dan berada di level terendah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.

Di pekan depan, harga emas dunia diramal akan kembali merosot. Survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan dari 19 analis di Wall Street, sebanyak 10 orang memprediksi emas akan kembali turun 6 analis memperkirakan kenaikan dan sisanya netral.

Jika prediksi mayoritas analis tersebut benar, maka harga emas batangan di dalam negeri, termasuk di Pegadaian tentunya bisa turun lagi.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menanjak, serta bank sentral AS (The Fed) yang terus agresif menaikkan suku bunga membuat emas ambrol.

The Fed Kamis lalu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3% - 3,25%, serta menegaskan sikap agresifnya. Hal ini membuat indeks dolar AS melesat sekaligus juga menekan emas.

Suku bunga The Fed kini berada di level tertinggi sejak awal 2008.

"FOMC (Federal Open Market Committee) sangat bertekad untuk menurunkan inflasi menjadi 2%, dan kami akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai," kata ketua The Fed, Jerome Powell, sebagaimana dilansir CNBC International.

The Fed kini melihat suku bunga akan mencapai 4,6% (kisaran 4,5% - 4,75%) di tahun depan. Artinya, masih akan ada kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.

Bahkan, beberapa pejabat The Fed melihat suku bunga berada di kisaran 4,75 - 5% di 2023, sebelum mulai turun di 2024.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Info Bun, Harga Emas di Pegadaian 12 Juni: Naik Semua!


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading