Punya Emas Antam? Dilepas Laku Mahal Nih!

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
06 September 2022 10:38
emas Foto: Ilustrasi Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Selasa (6/9/2022) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung naik Rp4.000 per gram menjadi Rp955.000 per gram. Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) turut menguat Rp7.000 per gram menjadi Rp826.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.


Harga emas Antam menguat tidak sejalan dengan emas dunia yang bergerak datar pada sesi perdagangan kemarin. Emas di pasar spot turun tipis 0,07% dibandingkan posisi sebelumnya menjadi US$1.710,21 per troy ons.

Para pelaku pasar tengah mengambil sikap wait and see di saat ini. Ada potensi bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves/The Fed) menaikkan suku bunga yang agresif dalam upaya menekan inflasi ke kisaran target 2%.

Di sisi lain angka pengangguran yang meningkat dan perlambatan pertumbuhan upah meningkatkan ekspektasi bahwa tingkat suku bunga acuan tidak akan setinggi perkiraan awal.

"Laporan ketenagakerjaan Agustus memberikan gambaran yang sangat positif," tulis James Knightley, kepala ekonom internasional di ING Economics. "Dengan pertumbuhan upah yang lebih rendah dari yang diharapkan, ini menunjukkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat setelah perkiraan 75 basis poin pada September."

Saat ini, para pelaku pasar melihat suku bunga akan naik 75 basis poin (bp) pada pertemuan The Fed pada 21 September nanti. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bp ke 2,75-3% adalah 40,0%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bp adalah 60,0%.

The Fed pun terlihat akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75% - 4% hingga setelah musim panas mendatang, ketika para pelaku pasar mengharapkan kebijakan yang lebih longgar. Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan dia tidak mengharapkan penurunan suku bunga tahun depan.

Kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sebab biaya peluang memegang logam mulia akan meningkat sehingga menjadi kurang menarik bagi investor.

Analis pasar Reuters Wang Tao memperkirakan harga emas dunia masih bisa menguat ke depan.

"Emas spot dapat menguji ulang resistensi di US$1.727 per troy ons, penembusan di atas yang dapat menyebabkan kenaikan ke US$1.736," tulis Wang dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Rp 969.000/gram


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading