Daripada Jual Rugi, Mending Beli Emas Antam Yuk...

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
13 May 2022 09:07
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga buyback emas Antam telah anjlok 9,3% point-to-point (ptp) sejak puncaknya pada 9 Maret lalu di Rp 943.000/gram. Sementara harga beli turun 6,5% ptp.

Melansir data dari situs logammulia.com, harga emas batangan produk 1 gram di Rp 969.000/gram, turun Rp 6.000/gram atau 0,6% dari posisi sebelumnya.

Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) anjlok Rp 12.000/gram atau 1,2% dibanding perdagangan kemarin. Pada perdagangan hari ini harga emas buyback tercatat Rp 855.000/gram.


"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Untuk transaksi buyback silakan menghubungi Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan pada hari kerja Senin-Jumat. Pembayaran dilakukan secara transfer pada H+2 s/d H+3 (hari kerja). Jika kemasan rusak atau hilang dikenakan potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," jelas keterangan di situs Antam.

Gerak harga emas Antam sejalan dengan emas dunia yang melemah pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan Rabu (11/5/2022) harga emas acuan dunia di pasar spot ditutup di US$ 1.821,72/troy ons, anjlok 1,64% dari posisi sebelumnya.

Pelemahan emas dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, menguat 0,87% ke level 104,750 pada perdagangan kemarin. Melewati rekor tertingginya sejak dua dasawarsa pada Senin (9/5/2022) di level 104,49.

"Pergerakan emas saat ini sangat ditentukan oleh dolar AS serta ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Dua faktor ini menutupi daya tarik emas sebagai aset aman," tutur Michael McCarthy, dari Tiger Brokers, Australia, seperti dikutip dari Reuters.

Ravindra Rao dari Kotak Securities, mengingatkan emas masih berpotensi naik jika kekhawatiran akan memburuknya ekonomi global terus menguat. Emas sebagai aset aman akan menjadi pilihan orang di saat ekonomi memburuk.

Namun, dia juga menegaskan bahwa jika pergerakan harga emas masih akan sangat ditentukan oleh dolar AS."Emas kemungkinan akan stabil di kisaran US$ 1.850 per troy ons. Harga emas kemungkinan tidak akan melonjak tajam kecuali dollar AS melemah drastis," tutur Ravindra seperti dikutip dari livemint.com.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Naik Terus, Tapi Masih Jauh dari Puncak!


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading