Terungkap! Dana Kasus Binomo Cs Mengalir ke Rusia

Investment - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
05 April 2022 12:55
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri  merilis kasus investasi bodong binary option lewat aplikasi Binomo, Jumat (25/3/2022). Tersangka Indra Kenz juga dihadirkan dalam rilis tersebut. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil pengusutan kasus binary option mulai memunculkan benang merah. Aliran dana hasil judi online berkedok investasi itu mengalir ke Rusia.

Aliran tersebut setidaknya terjadi pada kasus Binomo dan FBS.

Untuk kasus Binomo misalnya. Dari hasil penangkapan Brian Edgar Nababan terungkap, ia memiliki 3. Quotex


Sebelumnya, polisi juga menyelidiki kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) platform Quotex. Kasus ini menyeret YouTuber Doni Salmanan hingga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Gelar perkara menetapkan status yang bersangkutan DS (Doni Salmanan) dari status saksi menjadi tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022).

Laporan polisi (LP) atas Doni Salmanan teregister dalam LP bernomor LP: B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI. LP dibuat pada 3 Februari 2022 oleh pelapor berinisial RA.

Polisi mengungkap keuntungan yang diterima Doni Salmanan. Diketahui, Doni menerima keuntungan besar setiap member mengalami kekalahan dalam trading yakni sebesar 80%.

"Sebagai customer support platform Binomo yang bertugas menerima komplain dari pemain Binomo terutama dari pemain Binomo di Indonesia. Dan sejak Februari 2019, tersangka mendapatkan jabatan sebagai manager development Binomo yang bertugas menawarkan kepada influencer Indonesia untuk menjadi afiliator Binomo dengan keuntungan sistem bagi hasil," kata Whisnu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menahan Brian Edgar selama 20 hari terhitung sejak 1 April lalu. Penyidik juga menyita satu buah laptop dari tangan tersangka.

Kemudian, FBS dengan tersangka berinisial WKA. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, dalam kasus binary option platform FBS sudah ada 2 tersangka yang ditetapkan. Keduanya yakni Windy Kurnia August dan seseorang berinisial DDA.

Dalam kasus ini, WKA berperan sebagai promotor FBS melalui media sosial. Dia juga memiliki rekening yang berguna sebagai penampung dana nasabah FBS Indonesia.

Dalam mempromosikan FBS, Windy Kurnia disebut kerap menayangkan promosi dengan janji menggiurkan seperti tawaran trading komoditi dengan sistem zero spread.

"Dalam aturan Jakarta Future Exchange disebutkan setiap transaksi wajib miliki selisih harga jual dan beli dengan nilai maksimal 0,5% per transaksi. Namun kenyataannya binary option FBS terapkan spread 1,3% per transaksi. Hal ini di luar nilai kewajaran yang ditetapkan Jakarta Future Exchange selaku bursa berjangka komoditi resmi," katanya.

Kemudian, peran DDA di kasus ini adalah sebagai customer support FBS. Dia adalah pihak yang kendalikan kegiatan Windy Kurnia August, pemegang token dan perantara dengan FBS Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Polisi Usut Dugaan Kejahatan Sistematis di Balik Binomo Cs


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading