Duh duh duh.. Emas Dunia Loyo 3 Hari, Harga Emas Antam Juga

Investment - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
29 January 2022 09:51
Emas Antam (CNBC Indonesia/Irvin Avriano Arief)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk atau yang dikenal dengan emas Antam terpantau melemah pada Sabtu (8/1/2022). Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 928.000/batang, turun 0,22% dari harga pada perdagangan kemarin.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Berikut harga emas berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com.

Emas BatanganHarga per BatangHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0,5 GramRp514.000Rp516.000Rp518.000
1 GramRp928.000Rp932.000Rp936.000
2 GramRp1.796.000Rp1.804.000Rp1.812.000
3 GramRp2.669.000Rp2.681.000Rp2.693.000
5 GramRp4.415.000Rp4.434.000Rp4.454.000
10 GramRp8.775.000Rp8.814.000Rp8.853.000
25 GramRp21.812.000Rp21.910.000Rp22.008.000
50 GramRp43.545.000Rp43.740.000Rp43.936.000
100 GramRp87.012.000Rp87.403.000Rp87.795.000
250 GramRp217.265.000Rp218.242.000Rp219.220.000
500 GramRp434.320.000Rp436.274.000Rp438.228.000
1000 GramRp868.600.000Rp872.508.000Rp876.417.000

Harga emas acuan dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat kemarin. Di mana hal ini menjadikan harga emas dunia telah terkoreksi hingga tiga hari terakhir

Pada perdagangan Jumat kemarin, harga emas acuan melemah 0,3% ke level US$ 1.791,03/troy ons. Namun pelemahan harga emas dunia pada perdagangan kemarin cenderung terpangkas, di mana pada Kamis lalu, harga emas sempat ambles 1,19%.

Harga emas yang masih terkoreksi dikarenakan dolar Amerika Serikat (AS) masih kuat-kuatnya dalam beberapa hari terakhir. Apalagi, setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan isyarat kenaikan suku bunga pada Maret oleh bank sentral AS juga turut membantu dolar AS semakin kuat.

Pada Kamis waktu AS, indeks dolar (DXY) ditutup di level US$ 97,16, naik 1,36% dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Ini merupakan level tertinggi sejak Juli 2020.

Produk Domestik Bruto (PDB) yang menjadi indikator perekonomian negara AS tercatat tumbuh 6,9% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) pada kuartal IV-2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 2,3% QoQ dan jauh lebih tinggi dari perkiraan konsensus di 5,5% QoQ.

Pertumbuhan ekonomi AS tersebut didasarkan pada pembacaan awal PDB dan masih mungkin direvisi baik ke atas maupun ke bawah. Meskipun begitu, tingginya pertumbuhan ekonomi AS di atas ekspektasi pelaku pasar cukup menjadi sentimen positif untuk harga aset berisiko seperti saham.

Pertumbuhan ekonomi AS yang positif menarik investor untuk membeli dolar sehingga memudarkan kilau emas. Selain itu, ada langkah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengakhiri era "easy money" juga turut mendorong sang greenback semakin perkasa.

The Fed akan menaikkan suku bunga Maret. Ini guna memerangi inflasi AS yang merajalela meski diyakini harga akan mulai turun tahun ini.

"Saya akan mengatakan bahwa komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan Maret, dengan asumsi bahwa kondisinya sesuai untuk melakukannya," kata Ketua The Fed, Jerome Powell kepada wartawan seusai rapat FOMC, Rabu (26/1/2022) waktu setempat.

Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Harga emas diperkirakan akan lebih rendah pada tahun 2022 dan 2023 karena bank sentral menaikkan suku bunga, mengangkat imbal hasil obligasi dan membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik, menurut survei Reuters.

"Setiap rebound yang tidak didukung oleh para pencari safe-haven, dengan demikian akan mengalami resistensi cepat atau lambat selama ekonomi dalam mode pemulihan," tulis analis Julius Baer, Carsten Menke dalam sebuah catatan.

Menke menambahkan bahwa dia tidak melihat minat membeli emas yang tinggi. Melainkan pembelian dilakukan secara selektif dan akan tetap terjadi selama ekonomi tidak memburuk secara tajam.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

"Mimpi Buruk" Hampir Jadi Nyata, Emas Antam Tak Berdaya


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading