Cuma Kurang 7 Poin, Kayaknya Psikologis IHSG Bakal Tembus

Investment - Tri Putra, CNBC Indonesia
17 January 2022 07:23
Harga saham emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (11/1/2022). Kenaikan saham BBHI terjadi seiring pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), yang merupakan ultimate shareholder Allo Bank, membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,53% di level 6.693,4 pada perdagangan Jumat (14/1/2022) pekan lalu. Hanya kurang 7 poin lagi bagi IHSG untuk menyentuh level psikologis 6.700.

Meskipun menguat pada Jumat (14/1), kinerja IHSG cenderung terkoreksi 0,12% dalam sepekan terakhir. Menariknya dana asing terus masuk ke pasar saham domestik.

Data perdagangan mencatat, ada aksi pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 3,35 triliun di pasar reguler sepanjang pekan lalu. Duo saham bank kakap yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi incaran asing dengan net buy mencapai Rp 1,2 triliun pada kedua saham tersebut.


Untuk perdagangan hari ini, ada beberapa sentimen yang patut menjadi perhatian investor. Pertama, perkembangan pasar keuangan global terutama Wall Street.

Indeks saham Bursa New York mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan kinerja yang bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial tercatat melemah 0,56%.

Berbeda nasib dengan Dow Jones Industrial, indeks S&P 500 menguat tipis 0,08% sedangkan Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan apresiasi sebesar 0,59%.

Kenaikan harga saham-saham teknologi yang tercermin dari indeks Nasdaq Composite tak terlepas dari kinerja harganya yang sudah terbanting pada perdagangan sebelum-sebelumnya.

Investor memanfaatkan momen koreksi harga yang terjadi untuk melakukan aksi beli sehingga turut membuat indeks rebound.

Dari dalam negeri akan ada rilis data ekonomi berupa neraca dagang Indonesia bulan Desember 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor masih bisa tumbuh 40,3% year on year (yoy) sementara impor diperkirakan naik 39,7% yoy. Dengan pertumbuhan tersebut surplus neraca dagang diperkirakan mencapai US$ 3,05 miliar.

Jika melihat kinerja Wall Street maka kurang bisa diharapkan untuk menjadi katalis positif. Sementara itu, surplus neraca dagang sepertinya sudah di-priced-in oleh pelaku pasar sehingga dampaknya seharusnya tak begitu kuat untuk menggerakkan pasar.

Lantas bagaimana prospek pergerakan IHSG untuk hari ini? Berikut adalah ulasan teknikalnya.

Analisa Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode harian (daily) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan pekan lalu IHSG perlu menembus support terdekatnya di 6.621 dan selanjutanya di 6.511 untuk membentuk tren turun (bearish).

Sedangkan untuk membentuk tren naik IHSG perlu menembus level resistance terdekat di 6.700 dan selanjutnya di 6.731.

Apabila melihat indikator Relative Strength Index (RSI) yang menunjukkan tekanan beli yang meningkat, maka peluang IHSG menguat setidaknya ke level 6.700 sebenarnya terbuka.

Perlu diketahui, RIS merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Saat ini RSI berada di area 58,80.

Apabila menggunakan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 masih berada di atas garis EMA 26.

Di sisi lain bar histogram indikator MACD juga masih di teritori positif dan cenderung turun. Hal ini mengkonfirmasi bahwa peluang kenaikan IHSG sepertinya cenderung terbatas.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Live Now! IHSG Sulit Tembus 6.200, Apa Gegara Investor Ritel?


(trp/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading