Turun Rp 1.000/Gram, Harga Emas Antam Batal Terbang?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 December 2021 08:39
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia pada perdagangan awal pekan kemarin mengalami penurunan cukup tajam yang menyeret harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan Selasa (21/12). Emas yang biasa disebut emas Antam ini turun Rp 1.000/gram, berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com.

Untuk emas dengan berat 1 gram dibanderol Rp 934.000/batang secara persentase turun 0,11%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com.

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr517,000519,000521,000
1 gr934,000938,000942,000
2 gr1,808,0001,816,0001,824,000
3 gr2,687,0002,699,0002,711,000
5 gr4,445,0004,465,0004,485,000
10 gr8,835,0008,874,0008,914,000
25 gr21,962,00022,060,00022,159,000
50 gr43,845,00044,042,00044,239,000
100 gr87,612,00088,006,00088,400,000
250 gr218,765,000219,749,000220,733,000
500 gr437,320,000439,287,000441,255,000
1000 gr874,600,000878,535,000882,471,000

Harga emas dunia sebenarnya diprediksi akan melesat di pekan ini, bahkan hingga 3 bulan ke depan. Tetapi di awal pekan kemarin malah melemah 0,47% ke US$ 1.789.31/troy ons.

Emas saat ini hingga akhir tahun nanti dikatakan masih akan berfluktuasi dekat US$ 1.800/troy ons, sebab para trader dan investor kini sudah mulai memasuki musim liburan.

"Emas sebelumnya mencatat sedikit reli yang bagus dan kini kita sudah memasuki periode liburan di mana tidak ada partisipasi penuh dari trader dan anda akan melihat penurunan risk appetite hanya akan berdampak sedikit ke emas," kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (21/12).

Di tahun depan banyak analis melihat emas akan kembali bersinar, sebab ada virus corona varian Omicron yang menimbulkan ketidakpastian dan yang membuat narasi bank sentral menjadi lebih dovish.

"Kami masih melihat kenaikan harga emas yang moderat sebab kemungkinan bank sentral akan lebih bearish. Emas akan lebih responsive jika ada keraguan The Fed mampu untuk menunjukkan sikap hawkish," tulis analis TD Securities dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading