Ada Inflow 13 Ton ke Pasar ETF, Apa Efeknya Bagi Emas Antam?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
08 December 2021 08:32
Emas Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. stagnan pada perdagangan Rabu (8/12), setelah naik tipis kemarin. Ada kabar bagus bagi emas, investor tetap memandangnya sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sehingga ada peluang harganya bisa menanjak lagi.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas dengan berat 1 gram dijual Rp 933.000/batang, sama dengan harga kemarin.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com.

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr516,500518,500520,500
1 gr933,000937,000941,000
2 gr1,806,0001,814,0001,822,000
3 gr2,684,0002,696,0002,708,000
5 gr4,440,0004,459,0004,479,000
10 gr8,825,0008,864,0008,904,000
25 gr21,937,00022,035,00022,134,000
50 gr43,795,00043,992,00044,189,000
100 gr87,512,00087,905,00088,299,000
250 gr218,515,000219,498,000220,481,000
500 gr436,820,000438,785,000440,751,000
1000 gr873,600,000877,531,000881,462,000

Emas saat ini masih dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi terlihat dari laporan terbaru World Gold Council (WGC). Sepanjang bulan November dilaporkan terjadi inflow di pasar Exchange Trade Fund (ETF) berbasis emas sebesar 13,6 ton.

Inflow di pasar ETF tersebut menunjukkan emas masih menjadi salah satu lindung nilai terhadap inflasi, meski belum tercermin dari harga emas yang justru melemah.
Namun, jika dilihat sepanjang bulan November, harga emas sebenarnya sempat melesat lebih dari 5%, tetapi malah berbalik melemah 0,5%.

Seperti diketahui, banyak negara mengalami inflasi tinggi saat ini. Tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) berada di level tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

"Emas masih 4% lebih rendah dari tahun lalu sebab gagal mempertahankan reli harga akibat hambatan dari kebijakan moneter dan dolar AS yang konsisten menguat sejak bulan Juni," kata analis WGC dalam laporan yang dikutip Kitco, Selasa (7/12).

Di tahun 2022, WGC melihat banyak faktor yang akan mempengaruhi harga emas, tetapi semakin besar ketidakpastian akan menjadi support bagi harga emas.

"Kami percaya banyak faktor yang mempengaruhi harga emas di tahun ini masih akan menjadi faktor penting di 2022. Laju dan arah inflasi serta suku bunga, Covid-19, dan resilien pertumbuhan ekonomi global. Ketidakpastian masih akan memberikan support ke emas sebagai investasi lindung nilai," kata analis WGC.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Badai Berlalu, Harga Emas Antam Akhirnya Melesat 2% Lebih


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading