InvesTime

IHSG Bakal Tembus 6.700 di Akhir Tahun? Simak Ini Dulu Gaes

Investment - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
10 November 2021 17:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini masih fluktuatif. Meski demikian, pergerakannya masih di atas di atas level 6.500. Bahkan pada perdagangan Rabu ini (10/11/2021), indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ditutup naik 0,20% di level 6.683.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat bahwa ada kemungkinan IHSG akan lebih menguat melebih level saat ini di akhir tahun nanti.

"Selama IHSG tidak terkoreksi lebih dari 6.500, kami melihat ada potensi besar IHSG mengalami kenaikan," ujarnya dalam program Investime CNBC Indonesia, pekan ini, dikutip Rabu (10/11).


Menurutnya, IHSG diperkirakan bisa mencapai rekor tertingginya di akhir tahun yakni 6.700. Namun dengan syarat Indonesia mampu menghadapi rencana tapering dari bank sentral AS, The Fed di akhir bulan ini.

Tapering adalah rencana pengurangan stimulus pasar di mana The Fed mengurangi pembelian aset di pasar termasuk obligasi.

"Untuk menuju 6.700 nggak mudah tapi tidak mustahil, bisa saja terjadi. Selama kita bisa menghadapi fase tapering ada peluang IHSG cukup besar. Khususnya menuju 6.700 di Desember," kata dia.

Meski ada peluang IHSG menguat di akhir tahun, ia menyarankan agar investor tidak 'serakah' dalam artian mencari keuntungan yang proporsional. Dalam hal ini, jika saham yang dikoleksi sudah naik cukup tinggi maka ada baiknya bisa segera dijual.

Terutama bagi investor yang tidak suka dengan pergerakan yang fluktuatif. Sebab, ke depan terutama dengan adanya tapering oleh The Fed, pergerakan saham tidak akan menentu.

Ia menjelaskan, meskipun perekonomian Indonesia sudah cukup membaik dan pemerintah mengatakan akan lebih siap menghadapi tapering. Namun, pergerakan masih akan bergejolak, sehingga investor harus benar-benar pintar dan cermat dan tidak boleh serakah.

"Alih-alih kenaikan [IHSG] mungkin sudah saatnya kita juga menjual saham-saham yang kita anggap naikknya sudah cukup. Ingat ya dalam hal ini kita nggak boleh serakah. Ini sangat penting," tegasnya.

Data BEI mencatat, sepanjang tahun ini hingga Rabu (10/11), IHSG sudah naik 12% dengan catatan aksi beli bersih asing mencapai Rp 43 triliun di pasar reguler sejak awal tahun hingga saat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading