Sering Kena Masalah Finansial? Ternyata Ini Solusinya

Investment - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
02 November 2021 13:28
Peluncuran Fintamin Bank Jago (CNBC Indonesia/Eqqi Syahputra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 telah memukul banyak ekonomi keluarga di Indonesia. Derita lebih banyak dirasakan oleh keluarga maupun individu yang tidak memiliki dana cadangan atau dana darurat yang memadai dalam melewati masa krisis pandemi.

Hal ini ditunjukan oleh survei dan studi Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) 2020 yang menunjukkan sebanyak 46% responden di Indonesia mengaku dana darurat mereka hanya bertahan selama 1 minggu.

Berbagai kondisi tersebut yang kemudian mendorong PT Bank Jago Tbk (ARTO) untuk meluncurkan Program Fintamin, suatu program edukasi dan membantu kesehatan keuangan.


Dalam prosesnya, Bank Jago berkolaborasi dengan beberapa pakar keuangan dalam bentuk diskusi dan riset untuk membuat program yang aplikatif dan kolaboratif. Dari riset tersebut, ditemukan bahwa isu-isu finansial yang dihadapi masyarakat Indonesia yakni generasi sandwich yang memiliki tanggungan di luar dirinya, kontrol keuangan yang kurang, serta literasi keuangan yang rendah.

Head of Product and Marketing Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan harapan dari adanya program Fintamin ini yakni memberikan kesempatan tumbuh bagi jutaan masyarakat Indonesia lewat layanan digital finansial.

"Ini adalah kebiasaan finansial yang positif, dapat membantu dan mengatur keuangan lebih baik. Ini juga bisa diaplikasikan setiap hari dan diharapkan semua bisa Jago," ujar Andy Peluncuran Fintamin Bank Jago di Penang Oakwood, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Andy menambahkan, ia percaya Fintamin akan mempermudah masyarakat untuk belajar meningkatkan kesehatan finansialnya.

"Selayaknya menjaga daya tahan tubuh, konsumsi Fintamin perlu dilakukan secara rutin dan disiplin," lanjut Andy.

Sementara itu, Financial Advisor dan Financial Coach yang turut serta dalam merumuskan Fintamin, Phillip Mulyana, mengatakan dirinya sangat excited mengenai program Fintamin ini. Menurutnya, Bank Digital saat ini sudah sangat mudah, karena bisa melakukan semuanya melalui smartphone.

Selain itu, ia juga melihat satu masalah keuangan masyarakat Indonesia, yakni masyarakat berharap bisa keluar dari masalah keuangan, Menurutnya, tidak ada pil ajaib yang bisa menyelesaikan masalah keuangan secara instan.

"Fintamin menurut saya sangat menarik dan aplikatif. Untuk mencapai ke level ideal, tentunya harus dimulai dulu. Semakin cepat kita memulai langkah untuk atur keuangan, tentunya hasilnya akan lebih maksimal," tutur Philip.

Sebagai informasi, Fintamin memiliki enam nutrisi dari A sampai K. A adalah analisa pengeluaran, B adalah buat rincian keuangan, C adalah cek pengeluaran sesuai rencana, D adalah Disiplin menabung dan investasi, E adalah eksplor cadangan masa depan, dan K yakni Kolaborasi.

Selain itu, dalam fitur Kantong di aplikasi Jago, fitur ini didukung dengan kolaborasi Bank Jago dengan berbagai aplikasi digital lain seperti Bibit dan Gojek, yang akan memaksimalkan pengguna dalam mengimplementasikan Fintamin.

Mengenai investasi digital, Philip menjelaskan untuk tidak menunggu sukses terlebih dahulu. Menurutnya, itu adalah pemikiran yang salah.

"Lebih bagus start small dulu karena komitmen itu prosesnya bertahun-tahun. Makannya kita butuh feature dan tools untuk membantu kita," pungkas Philip.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Saham Bank Mini Mahal, Masih ada nggak yang Undervalue?


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading