Inflasi Bisa Lepas Kendali, Harga Emas Antam Diuntungkan nih

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 October 2021 09:27
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi kini menjadi kekhawatiran baru bagi perekonomian global, pasalnya di negara barat kenaikan harga tersebut sudah sangat tinggi.

Ada kehawatiran inflasi akan lepas kendali. Saat itu terjadi emas menjadi salah satu aset yang diuntungkan, sebab secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Alhasil, harga emas dunia kemarin mencatat kenaikan dan mengerek emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. pada hari ini, Rabu (13/10).


Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan naik Rp 4.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 916.000/batang atau secara persentase naik 0,44%.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr508,000510,000512,000
1 gr916,000920,000924,000
2 gr1,772,0001,779,0001,787,000
3 gr2,633,0002,644,0002,656,000
5 gr4,355,0004,374,0004,394,000
10 gr8,655,0008,693,0008,732,000
25 gr21,512,00021,608,00021,705,000
50 gr42,945,00043,138,00043,331,000
100 gr85,812,00086,198,00086,584,000
250 gr214,265,000215,229,000216,193,000
500 gr428,320,000430,247,000432,174,000
1000 gr856,600,000860,454,000864,309,000

Harga emas dunia kemarin mampu mencatat penguatan 0,35% ke US$ 1.759,92/troy ons yang memicu kenaikan harga emas Antam hari ini. Inflasi di negara Barat sudah tinggi, di Amerika Serikat (AS) bahkan berada di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Inflasi tersebut bisa semakin tinggi mengingat harga energi sedang meroket. Oleh karena itu, pelaku pasar kembali masuk ke emas yang dianggap aset lindung nilai terhadap inflasi.

"Kami melihat dukungan dari tekanan inflasi yang tinggi akan mampu menahan harga emas, di saat bank sentral AS (The Fed) akan memulai mengurangi nilai program pembelian asetnya," kata David Meger, direktur trading logam di High Ridge Futures, sebagaimana dikutip CNBC International.

Penguaran nilai program pembelian aset atau tapering The Fed menjadi penahan laju penguatan emas. Tetapi di akhir tahun, emas dunia diprediksi mampu mencapai US$ 1.900/troy ons, jika risiko stagflasi atau inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi menurun, semakin menguat.

"Ada lebih banyak sentimen alih risiko di pasar dan emas mendapat keuntungan dari hal tersebut, ditambah lagi dengan kecemasan akan inflasi sementara pertumbuhan ekonomi global melambat," kata Daniel Briesemann, analis di Commerzbank.

"Jika risiko stagflasi meningkat, emas berpotensi ke US$ 1.900/troy ons di akhir tahun, saat suku bunga masih relatif rendah meski The Fed memulai tapering," tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading