InvesTime

Naksir Saham Properti RI? Cek Dulu Potensi Cuan Saham Ini

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
01 October 2021 10:15
Trans Property menjalin kerja sama dengan Travelio sewa unit apartemen, Jakarta, Jumat (5/2/2021). Saat ini,Trans Property dikenal sebagai Properti developer yang sudah mengembangkan sejumlah kawasan mixed use atau Superblok berkelas yang langsung menjadi incaran masyarakat.   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman gagal bayar utang yang dialami raksasa properti China, Evergrande tengah menjadi sentimen dan perhatian pasar global karena dikhawatirkan bisa menyebabkan krisis keuangan.

Hingga akhir Juni, Evergrande memiliki utang yang nyaris mencapai 2 triliun yuan (US$ 309 miliar) atau setara dengan Rp 4.418 triliun (kurs Rp 14.300/US$) yang tercatat dalam neraca keuangan perusahaan.

Meski demikian, Liza Camelia Suryanata, Analis PT Henan Putihrai Sekuritas mengatakan bahwa di tengah sentimen negatif sektor properti global dengan adanya Evergrande, di Indonesia, masih ada beberapa saham-saham sektor properti yang dinilai masih menarik sehingga layak untuk dikoleksi oleh investor di pasar modal.


Saham properti yang menjadi pilihan dengan pertimbangan pendapatan berulang (recurring income) dari emiten tersebut. Seperti diketahui saham properti termasuk dalam kategori saham-saham cyclical (musiman).

"Dari sisi kita, properti ini good moment untuk bangkit. Kalau misalkan kita lihat dari sisi teknikal sudah tercermin harga sahamnya naik. Dari sisi sektoralnya, khususnya hari ini, mulai terlihat ada break out resistance [tembus batas atas] yang memungkinkan beberapa saham properti masih bisa naik," kata Liza di InvesTime CNBC Indonesia, Senin (27/9/2021).

Liza mengungkapkan beberapa rekomendasi saham properti di antaranya saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan opsi bisa diincar di level harga Rp 815 dengan average up di atas Rp 840/saham.

"Contohnya kita ambil, SMRA bisa kita incar di 815 dengan average up di atas Rp 840. Jangka pendek balik ke Rp 900 dulu," papar nya.

Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menurutnya juga masih layak dikoleksi dengan target harga jangka pendek Rp 500 - Rp 520 / saham.

Sementara, sentimen saham properti yang positif masih terlihat pada CTRA atau PT Ciputra Development Tbk, dan BSDE atau PT Bumi Serpong Damai.

"Kemudian Pakuwon, nunggu break out ke atas Rp 488 dengan target jangka pendek Rp 500-Rp 520. Up tren jangka pendek sudah mulai terbentuk tapi hati-hati kalau support-nya [batas bawag] Rp 740 tembus. Satu lagi CTRA speculative buy dengan average up di atas 940, BSDE lumayan average up bertahan di atas Rp 1000 - Rp 1015, target Rp 1035- Rp 1050 jangka pendeknya. Moment up tren masih terjaga," ungkap ia.

Data BEI mencatat, pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (30/9), saham SMRA naik 2,42% di Rp 845/saham, CTRA naik 5,65% di Rp 935/saham, dan BSDE menguat 1,01% di Rp 1.000/saham, sementara saham PWON naik tipis 1,26% di Rp 484/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading