InvesTime

REI Sebut 22.000 unit Rumah Kelas Atas Laris, Sinyal Apa Ini?

Investment - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
24 September 2021 09:25
Pengunjung melihat stand perumahan di JCC, Jakarta Sabtu (17/11). Bank Mandiri bersama Real Estate Indonesia menggelar acara REI Mandiri Property Expo 2018

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 ditambah dengan adanya stimulus dari pemerintah yakni Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dinilai berhasil meningkatkan penjualan rumah di Tanah Air.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida dalam Program CNBC Indonesia TV InvesTime, dikutip Kamis (23/9/2021).

"Tren sangat meningkat sampai dengan 11 September 2021, data yang masuk secara online ada 22.000 unit lebih kelas menengah atas yang terjual," ujarnya, dalam interview tersebut.


"Yang penjualan dari [perusahaan properti] anggota REI, dari Maret sampai dengan 9 September sudah laku 22.000 unit rumah landed dan apartemen," jelasnya.

Dia menjelaskan jumlah nilai dari penjualan tersebut bisa mencapai Rp 12-13 triliun. "Kalau average harga sekitar Rp 12 triliun hingga Rp 13 triliun ditambah dengan rumah sederhana yang lebih mahal harga patokan pemerintah yang selama ini kena PPN, itu kurang lebih dari semua asosiasi ada 33.000 unit," ujarnya lagi.

Lebih lanjut Totok mengatakan, sentimen pendorong mulai larisnya penjualan properti ialah langkah pemerintah yang memperpanjang diskon PPN DTP hingga akhir tahun 2021, serta adanya stimulus uang muka atau DP (down payment) 0%.

Diskon PPN 100% untuk sektor properti tersebut diberikan pemerintah untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru yang sudah tersedia dan bukan inden dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar, serta diskon 50% untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual Rp 2 miliar - Rp 5 miliar.

Sepanjang masih ada diskon tersebut, katanya, tren penjualan properti terutama rumah diperkirakan akan meningkat.

Penjualan hingga Desember 2021 diperkirakan akan mencapai Rp 32 triliun. Akan tetapi, prediksi ini dengan catatan tidak ada lagi gelombang ketiga penularan pandemi Covid-19.

Pasalnya, kata Totok, konsumen saat ini selain mencari rumah secara online, kebanyakan juga lebih senang untuk melihat detailnya secara langsung.

"Kami berdoa tidak ada lagi gelombang ketiga untuk pandemi Covid-19. Karena trennya orang itu kalau beli rumah selain online juga mau melihat rumahnya secara offline. Sehingga semoga semuanya berjalan dengan baik," kata Totok berharap.

Adapun, dalam survei Harga Properti Residensial yang dirilis Bank Indonesia pada Mei 2021, tercatat ada kenaikan 13,95% (yoy) volume penjualan rumah sepanjang Januari - Maret 2021.

Pada kuartal sebelumnya penjualan rumah masih berada di zona kontraksi. Volume penjualan turun 20,59% (yoy) pada kuartal empat tahun lalu.

Penjualan rumah tipe menengah masih menjadi pendorong peningkatan volume penjualan rumah total. Untuk jenis rumah tipe menengah penjualannya meningkat hampir 26% (yoy). Sementara untuk tipe rumah kecil dan besar kenaikannya masing-masing tercatat sebesar 9,69% (yoy) dan 6,95% (yoy).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading