InvesTime

Cara Berburu Saham Bluechip Cuan di Tengah Ketidakpastian

Investment - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
22 July 2021 20:03
LQ45 Foto: Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Diperpanjangnya aturan pembatasan mobilitas melalui PPKM Darurat hingga perkembangan kasus covid-19 masih menjadi salah satu sentimen yang menjadi fokus perhatian investor pasar saham. Dalam situasi ini saham-saham bluechip masih menarik perhatian investor dan dinilai masih menarik untuk dikoleksi.

"Contoh saham-saham bluechip misalnya yang masuk dalam index LQ45. Untuk memilihnya sebenarnya tetap harus melihat fundamental perusahaannya, karena percuma jika memilih saham LQ45 tetapi sahamnya tidak bagus. Ini ada 45 saham sehingga banyak yang bisa dicermati," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximillianus Nico Demus dalam InvesTime, Rabu (22/7/2021).

Beberapa sektor yang bisa dilirik oleh investor yakni di sektor banking, telco, dan transportasi. Untuk perbankan dia merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia TBk (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).


Emiten-emiten ini menurutnya masih menjanjikan dalam jangka menengah dan jangka panjang, serta cukup kuat untuk melewati masa sulit.
Selain itu di sektor Telco dia merekomendasikan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

"Tahun ini menjadi tahunnya saham telco dan teknologi, jadi saya menilai ini yang masih dari LQ45. Selain itu JSMR saat ini juga masih dalam posisi yang baik," ujar dia.

Selain itu, sektor konsumer pun masih menarik untu dilirik karena daya tahannya yang kuat menghadapi ketidakpastian. Meski demikian, jika daya beli masyarakat terus menurun maka sektor konsumsi pun akan terimbas, karena produksi pun akan turun jika permintaan turun.

Dia merekomendasikan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan juga PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

"ICBP jauh lebih baik, karena kalau dilihat ini salah satu saham di sektor yang kuat. Kemudian meski sentimen PPKM masih ada maka UNVR masih bisa bangkit kembali," kata dia.

Selain itu INDF menurutnya cukup menjanjikan, meski demikian investor bisa memilih salah satu antara INDF dengan ICBP. Saat ini ICBP dalam 2-3 minggu terakhir pun menunjukan tren pemulihan dan masih bisa naik hingga Rp 8.700 per saham dan bisa mendekati Rp 9.000 per saham.

"Apabila lebih dari 9.000 ini menjadi level penting kalau dia tembus batas atasnya, kalau batas kedua tembus kita nanti lihat nanti bisa bertahan di berapa," kata Maximilianus.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading