Nyungsep 3 Hari, Siap-siap Besok Harga Emas Antam 'Meledak'!

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
16 June 2021 09:42
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Kamis dini hari waktu Indonesia, harga emas dunia terus menurun.

Dampaknya harga emas Antam mengekor, sejak Senin hingga hari ini, Rabu (16/6/2021) terus mengalami penurunan. Kamis besok harga emas Antam berpotensi "meledak" atau mengalami pergerakan besar, entah itu melesat atau merosot.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. untuk satuan 1 gram hari ini turun 0,32% dibandingkan harga Selasa kemarin ke Rp 940.000/batang.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Satuan yang biasa dijadikan acuan, 100 gram, hari ini dijual Rp 88.212.000/batang atau Rp 882.120/gram, turun 0,34%.

Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 520.000Rp 1.040.000
1 GramRp 940.000Rp 940.000
2 GramRp 1.820.000Rp 910.000
3 GramRp 2.705.000Rp 901.667
5 GramRp 4.475.000Rp 895.000
10 GramRp 8.895.000Rp 889.500
25 GramRp 22.112.000Rp 884.480
50 GramRp 44.145.000Rp 882.900
100 GramRp 88.212.000Rp 882.120
250 GramRp 220.265.000Rp 881.060
500 GramRp 440.320.000Rp 880.640
1000 GramRp 880.600.000Rp 880.600

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin turun 0,39% ke US$ 1.858,69% dan pagi ini turun lagi lebih dari 0,2%. Perdagangan emas dunia masih panjang, hingga Kamis dini hari besok setelah bank sentral AS (The Fed) mengumumkan kebijakan moneter.

Sehingga, harga emas akan mengalami pergerakan besar dan berdampak pada harga emas Antam besok.

Pasar saat ini masih bingung, apakah The Fed akan melakukan tapering dalam waktu dekat karena inflasi sudah melesat di AS, atau masih mempertahankan sikapnya yang menganggap tapering masih terlalu dini.

Tapering bisa menimbulkan gejolak di pasar finansial global yang disebut taper tantrum

Salah satu investor papan atas Paul Tudor Jones, memberikan pandangannya apa yang akan dilakukan merespon pengumuman The Fed. Jones merupakan salah satu investor yang masuk dalam buku Market Wizard atau "Penyihir Pasar" karangan Jack Schwager.

The Fed sebelumnya menyatakan tingginya inflasi hanya bersifat sementara, bagi sang "penyihir pasar" hal tersebut tidak masuk akal.

"Inflasi yang dikatakan sementara tidak seperti yang saya lihat. Saya khawatir dengan inflasi dikatakan sementara saat supply sedang rendah dan demand yang tinggi," kata Jones sebagaimana dilansir Kitco Senin, (14/6/2021).

Menurut pendiri Tudor Investment ini, jika The Fed sekali lagi mengabaikan tingginya inflasi di AS, maka ia akan memborong komoditas, mata uang kripto serta emas.
"Jika The Fed mengatakan 'kami berada di jalur yang tepat, semua baik-baik saja', maka saya akan all in untuk aset-aset yang ditopang inflasi. Saya mungkin akan membeli komoditas, mata uang kripto, dan emas," tambah Jones.

Artinya, harga emas kemungkinan akan melesat jika apa yang dikatakan Jones terjadi, dan harga emas Antam juga akan terdorong naik.

Namun, Jones juga memperingatkan akan terjadinya taper tantrum jika The Fed tidak lagi mengatakan inflasi yang tinggi bersifat sementara.

"Jika mereka mengatakan 'kami sudah memiliki data, kami sudah mencapai tujuan, atau kami berada di jalur yang sangat cepat untuk mencapai target full employment, maka kalian akan menghadapi taper tantrum. Kalian akan melihat aksi jual di aset fixed income, begitu juga pasar saham yang akan mengalami koreksi," kata Jones.

Taper tantrum merupakan kabar buruk bagi emas. Pernah terjadi di tahun 2013, harga emas saat itu merosot hingga 45% dari rekor tertingginya. Kabar buruk juga bagi emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading