InvesTime

Masih Naksir Saham-saham Small Cap? Cek Dulu Jurus Ini

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 May 2021 18:30
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini harga saham-saham emiten berkapitalisasi pasar menengah dan kecil (mid dan small cap) banyak digandrungi oleh investor ritel yang terbilang ramai di pasar modal saat ini.

Head Of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger M.M mengatakan banyak para investor ritel terutama yang baru masuk ke pasar saham tampaknya lebih menyukai saham-saham dengan harga terjangkau dan potensi imbal hasil tinggi.

Meski begitu bagi investor yang ingin memilih saham small cap, sebaiknya menganalisis secara teknikalnya terlebih dahulu. Hal ini mengingat saham-saham small cap bisa saja mengalami koreksi sehingga perlahan harga saham tersebut bisa mencapai level terjangkau di tengah fluktuasi.


Selain analisis teknikal, ia menyarankan bagi calon investor untuk mencermati kondisi fundamental emiten lebih dulu seperti dari sisi laporan keuangan dan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Strategi ini juga bisa untuk memprediksi prospek emiten ke depan.

"Alokasi small cap dan big cap bisa di mix [kombinasi], kita lihat small cap yang menarik, big cap yang didiskon. Saya sendiri suka small cap yang laporan keuangannya bagus," kata Roger dalam program Investime CNBC Indonesia, Rabu malam (19/5/2021).

Roger pun menyebut beberapa saham small cap yang paling dijagokan seperti PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau SPINDO dan PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA).

"Saya rekap, Malindo, SPINDO dan Saranacentral Bajatama dan banyak small cap yang laporan keuangannya fantastis. Kita belajar dari tahun lalu. Sahamnya naik 8 kali lipat efek dari laporan keuangan yang fantastis tahun lalu. Tentunya investor fundamentalis enggak mungkin lewatin small caps yang bisa naik sampai 100%," paparnya.

Sebagai catatan, data BEI menunjukkan kapitalisasi pasar MAIN Rp 1,91 triliun dengan koreksi harga saham sebulan 8%, ISSP Rp 1,9 triliun dengan kenaikan sebulan 22%, dan BAJA Rp 713 miliar dengan kenaikan saham sebulan 56%.

Dalam literatur dan jadi informasi umum bahwa saham-saham disebut sebagai mid-cap stocks atau second-liner, biasanya memiliki kapitalisasi pasar antara Rp 500 miliar - Rp 10 triliun, dan ada pula yang mematok di bawah Rp 100 triliun.

Adapun saham lapis ketiga atau junk stocks alias small-cap stocks biasanya kapitalisasinya berada di bawah angka Rp 500 miliar.

Di BEI, ada dua indeks yang mengakomodasi saham-saham jenis ini yakni IDX SMC Composite dan IDX Small-Mid Cap (SMC) Liquid. IDX SMC Composite adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

Sementara itu, Indeks IDX Small-Mid Cap (SMC) Liquid yang diluncurkan sejak 21 Desember 2017 memiliki 54 saham pilihan yang diseleksi dari IDX SMC Composite (berisi lebih dari 300 saham).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pilih-pilih Sektor di Februari, Saham Mana yang Oke?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading