InvesTime

Wah! Ternyata Investor yang Kayak Gini Cocok 'Main' Kripto

Investment - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
26 April 2021 10:25
FILE PHOTO: Bitcoin (virtual currency) coins placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, are seen in this illustration picture, November 6, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama mengatakan beberapa kriteria atau tipikal investor yang cocok untuk masuk ke pasar kripto (cryptocurrency). Salah satu kriteria utama yakni investor yang berani mengambil risiko tinggi (high risk).

Dia mengatakan para calon investor harus paham bahwa aset kripto selalu mengalami perubahan harga sangat cepat. Sebab itu, investor yang ingin memiliki produk investasi dengan risiko rendah (low risk) tidak akan cocok dengan aset kripto seperti bitcoin, ethereum, dogecoin dan lain-lainnya.

"Sebaiknya hindari dan merelakan aset kripto. Seperti bitcoin ini sedang naik luar biasa. Tapi beberapa waktu lalu Bitcoin pernah turun sampai 70%. Itu perlu dipahami," katanya kepada CNBC Indonesia, dalam program Investime, pekan lalu.


Selain itu, katanya, masyarakat juga perlu memahami bahwa aset kripto satu dengan yang lainnya tidak sama. Sebab itu investor harus memastikan bahwa aset kripto yang dimiliki memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

"Kemudian dari sisi keamanan, karena ini berarti Anda harus pilih yang mana yang aman. Terakhir, jangan pernah percaya janji keuntungan pasti. Itu tidak mungkin," tegas pengajar di FEB Universitas Indonesia (UI), Full Professor FEB UI, dan Sekretaris Majelis Wali Amanat UI ini.

Dia mengakui, selama pandemi Covid-19, berbagai aset kripto seperti bitcoin, ethereum, dogecoin dan lainnya memang terus meroket harganya. Bahkan tak sedikit investor yang mulai melakukan diversifikasi produk investasinya ke bitcoin cs.

"Para calon investor harus memahami apa karakteristik kripto," katanya.

Menurut data CoinDesk yang dilansir CNBC International, harga bitcoin sempat anjlok hingga ke level US$ 52.148,98 atau setara dengan Rp 756 juta/koin pada Minggu pagi (18/4) setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 64.800 atau Rp 940 juta/koin pada hari Rabu 2 pekan lalu. Ini adalah perdagangan terakhir atas bitcoin di level harga lebih dari US$ 55.795.

Di sisi lain, di dunia internasional, para investor dan trader cryptocurrency juga dinilai harus berhati-hati lantaran bursa kripto juga dijadikan alat penipuan.

Contohnya di Turki. Di negeri yang dipimpin Racep Tayyip Erdogan ini adalah dua bursa kripto yang ditutup oleh pemiliknya tanpa alasan yang membuat dana investor terancam tak bisa dicairkan. Keduanya adalah Vebitcoin dan Thodex.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading