Harga Emas Antam Turun dari Level Tertinggi 2 Bulan, Ada Apa?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 April 2021 10:09
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam turun pada perdagangan Jumat (23/4/2021) setelah melesat nyaris 1% kemarin dan mendekati level tertinggi dalam 2 bulan terakhir. Harga emas dunia yang tidak mampu melanjutkan kenaikan dan berbalik melemah Kamis kemarin membuat harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun pada hari ini.

Melansir data dari situs resmi PT Aneka Tambang (Antam), logammulia.com, harga emas ukuran/satuan 1 gram turun 0,53% ke Rp 935.000/batang.

Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan turun 0,57% ke Rp 87.712.000/batang atau Rp 877.120/gram.


Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 517.500Rp 1.035.000
1 GramRp 935.000Rp 935.000
2 GramRp 1.810.000Rp 905.000
3 GramRp 2.690.000Rp 896.667
5 GramRp 4.450.000Rp 890.000
10 GramRp 8.845.000Rp 884.500
25 GramRp 21.987.000Rp 879.480
50 GramRp 43.895.000Rp 877.900
100 GramRp 87.712.000Rp 877.120
250 GramRp 219.015.000Rp 876.060
500 GramRp 437.820.000Rp 875.640
1000 GramRp 875.600.000Rp 875.600

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin sempat menguat mendekati US$ 1.800/troy ons tetapi kemudian berbalik melemah 0,53% ke US$ 1.783,93/troy ons.

Meski banyak analis yang memprediksi emas akan kembali menguat, tetapi salah satu bank investasi ternama, ABN Amro, melihat emas sebenarnya masih dalam tren bearish (menurun) selama harganya masih berada di bawah US$ 1.850/troy ons.

Georgette Boele, analis logam mulia di ABM Amro, dalam laporan yang dirilis kemarin menegaskan proyeksi bearish tersebut.

"Outlook emas masih negatif selama harga berada di bawah US$ 1.850/troy ons," kata Boele, sebagaimana dilansir Kitco, Kamis (22/4/2021).

Boele memperkirakan dolar AS dan yield obligasi (Treasury) akan naik akibat momentum pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

"Kami memperkirakan harga emas mulai kehabisan tenaga untuk naik dan akan kembali melemah. Hal ini sejalan dengan proyeksi kami dolar AS dan yield Treasury akan kembali naik," tambahnya.

ABN Amro memprediksi di kuartal II-2021 rata-rata harga emas berada di US$ 1.750/troy ons.

Sementara itu, Mickey Fulp pencetus Mercenary Geologist Newsletter, dalam sebuah pemaparan kepada Kitco News, mengatakan bahwa ada risiko harga emas akan ambles hingga kurun waktu tahunan. Jika melihat tren pergerakan harga saat ini ada kemiripan dengan pola tahun 10 tahun silam ketika harga emas mulai tertekan hebat.

Sebab itulah Fulp cenderung netral terhadap emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading