HSBC Indonesia Ciptakan Sistem Mudahkan Nasabah Korporasi

Investment - Advertorial, CNBC Indonesia
03 May 2021 00:00
adv hsbc

Jakarta, CNBC Indonesia - Digitalisasi menjadi hal yang tidak terelakan di masa kini, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19. Hampir semua aspek kehidupan masyarakat mulai mengadopsi digital dan mengedepankan kemudahan, mulai dari perdagangan hingga jasa keuangan.

Hal ini pun mendorong transaksi ekonomi digital dan digital banking semakin pesat ke depan. Bank Indonesia mencatat transaksi e-commerce pada 2020 mencapai Rp 253 triliun, naik 23,11% dibandingkan 2019 senilai Rp 205,5 triliun. Selain itu, pada 2020 total transaksi digital banking sudah menembus Rp 27.036 triliun dan transaksi uang elektronik telah mencapai Rp 201 triliun atau tumbuh 38,42%.

Artinya perbankan pun tidak ketinggalan dalam arus digitalisasi. Bahkan OJK menyebut sektor jasa keuangan akan menjadi game changer bagi penyediaan aktivitas keuangan di masyarakat. Perbankan pun mau tidak mau harus mentransformasi layanannya menggunakan sistem digital jika tidak mau ditinggalkan nasabah, yang kini lebih digital-minded.


Untuk menangkap peluang di tengah pesatnya digitalisasi ini, PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) mengembangkan platform Digital Accounts Receivables Tool (DART) yang terintegrasi dengan payment aggregator. Platform DART ini pun mudah diakses melalui web dan aplikasi android.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, François de Maricourt mengungkapkan fungsi dari platform ini adalah membantu nasabah korporasi mengalihkan proses rekonsiliasi invoice secara manual menjadi elektronik yang terintegrasi langsung melalui portal pembayaran. Adapun portal pembayaran tersebut bisa mendukung berbagai macam metode pembayaran dan kanal pembayaran secara daring.

"HSBC berkomitmen untuk memperkuat platform digital yang memungkinkan nasabah korporasi untuk mengotomasi proses dan meningkatkan efisiensi operasional. Pengembangan DART ini merupakan salah satu langkah penting dalam prioritas digital kami," ujar François dalam siaran resminya, Kamis (22/04/2021).

Dalam kesempatan yang sama Head of Global Liquidity and Cash Management (GLCM) PT Bank HSBC Indonesia, Herani Hermawan mengatakan bahwa perusahaan memahami kebutuhan nasabah yang kian meningkat akan otomasi proses dan digitalisasi. Transformasi ini juga bisa mendukung efisiensi operasional dari perusahaan.

"Kami senantiasa menyempurnakan layanan digital kami. Dengan terintegrasinya DART dengan portal pembayaran, kami dapat membantu nasabah untuk mengurangi risiko operasional dan memperlancar arus kas, sehingga mereka dapat fokus pada pengembangan bisnisnya," tutur Herani.

Sebelum lahirnya DART yang terintegrasi, proses pembayaran oleh pembeli bisa dikatakan cukup rumit. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pembeli sehingga menyebabkan kemungkinan adanya potensi keterlambatan proses pengiriman dana atas transaksi tersebut.

"Berbeda saat Platform DART yang teranyar, setelah pembeli menerima invoce dari penjual, maka seluruh proses dapat dilakukan secara end to end dan terintegrasi pada platform DART, sehingga dapat menghilangkan semua potensi resiko yang dapat menyebabkan kerugian di kedua belah pihak" tutur Herani.


(adv/adv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading