Gara-gara Pandemi, Investasi Tak Lagi untuk Orang Tajir

Investment - yun, CNBC Indonesia
07 April 2021 12:59
Dok BNI Foto: Dok: BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi mengajarkan banyak hal termasuk soal investasi yang ternyata tak hanya dilakukan oleh orang berduit, namun sudah mulai dilakukan oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Manager Investasi/Direktur Utama BNI Asset Management, Putut Endro Andanawarih dalam Webinar inspiration Talk "Health and Wealth Postpandemic" BNI INvestime Week di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

"Belajar dari tahun lalu, channel penjualan sekarang menggunakan yang baru. Tiba-tiba memungkinkan masyarakat bisa membeli reksadana dengan mudah, melalui online," katanya.


"Mengubah paradigma, yang dulunya tahu mengenai investasi untuk orang kaya, sekarang menyisihkan sebagian untuk bisa dipakai ke depan kekayaan bisa nambah. Jadi luar biasa pertumbuhan kemarin harus disyukuri," imbuhnya.

Dia mencatat, pertumbuhan aset terbesar adalah reksadana pasar uang (RDPU). BNI Asset Management menurutnya menyediakan produk yang diinginkan oleh pasar.

"Kondisi pandemi membuat takut, mau aman jadi ke reksadana pasar uang. Pandemi membuat instrumen yang dipilih memang risiko rendah," katanya.

Risiko yang aman, dalam hal ini nasabah memilih Reksadana pasar uang. Instrumen ini selain aman juga dilihat dari sisi likuiditas nya yang bisa menarik uang secara cepat. "Simpan uang sekarang, besok sudah bisa diambil, fleksibel," tuturnya.

Tahun 2020 memang kelam, namun ada peluang terutama terkait dengan stimulus yang digelontorkan pemerintah. Stimulus ini membuat pemerintah memberikan banyak subsidi.

"Yang terasa adalah turunnya suku bunga. Tak hanya reksadana pasar uang yang diuntungkan tapi reksadana pendapatan tetap. Ini mendapatkan manfaat lebih. Ini mulai naik, tapi tidak semua investor tahu. Tapi biasanya investor naik kelas dari reksadana pasar uang ke reksadana pendapatan tetap," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading