InvesTime

Tips Cuan Besar dari Dividen Emiten, Begini Caranya!

Investment - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
04 March 2021 11:55
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap emiten memang tak berkewajiban membagikan dividen kepada investornya, namun akan menjadi citra yang baik apabila dividen dari laba bersih bisa dibagikan kepada pemegang sahamnya.

"Kalau ada emiten yang rutin, image bakal membaik di investor. Tidak ada kewajiban. Seandainya perusahaan rugi, tidak ada kewajiban," ujar Analis PT Sucor Sekuritas, Michael Yeoh kepada CNBC Indonesia dalam program Investime di Jakarta, Rabu (3/3).

Menurut Michael idealnya setiap emiten membagikan dividen rutin setiap 1 tahun sekali. Namun, ada juga yang membagikan 2-3 tahun. Besarannya beragam, tidak bisa disamakan antara emiten yang satu dengan yang lain.


"Jika Dividen Payout Ratio (DPR) di atas 50% bisa dikatakan lumayan tinggi, worth it," tegasnya.

Dia menjelaskan bagaimana cara mengetahui besar atau tidaknya sebuah emiten saat membagikan dividen. Selayaknya, nilai dividen haruslah dibagikan di atas deposito. Jika saat ini bunga deposito di atas kisaran 3-4%, maka jika dividen yield yang dihasilkan berada di kisaran 5% sudah terbilang tinggi.

"Ngapain investasi saham kalau dividen itu jauh di bawah deposito," tegasnya.

Dividend yield adalah dividen per saham dibagi harag pasar saham. Secara sederhana dividend yield adalah tingkat keuntungan yang diberikan oleh emiten. Misalnya, perusahaan X memberikan dividen per saham sebesar Rp 200/saham, di mana harga pasar saat ini adalah Rp 5.000/saham, maka dividend yield perusahaan X adalah 4%.

Beberapa emiten yang menurutnya membagikan dividen dalam jumlah cukup tinggi salah satunya adalah PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL). Meski bukan emiten di jajaran blue chip, tahun lalu TOTL bagikan 10% yang idealnya 30%.

Lalu, perusahaan tambang seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), hingga perusahaan yang tergabung dalam indeks High Devidend 20 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IDX High Dividend 20 adalah indeks yang dikeluarkan oleh BEI yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

"Oke sih PTBA. Perusahaan sustain, sudah 5 tahun bagi dividen rutin. DPR rata-rata di atas 50%. Tahun lalu bagi lebih dari 15% jauh di atas nilai deposito waktu itu," pungkasnya.

Sebagai catatan, mengacu data BEI 2019, setidaknya ada 10 konstituen dari IDX High Dividend yang royal membagikan dividen.

Top 10 Konstituen IDX High Dividend/2019Foto: Top 10 Konstituen IDX High Dividend/2019
Top 10 Konstituen IDX High Dividend/2019

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading