Biden Tebar Duit US$ 1,9 T, Emas Antam Bisa Melesat Lagi Nih!

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 January 2021 10:45
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. naik tipis pada perdagangan Jumat (15/1/2021), setelah ambrol kemarin. Namun, ke depannya ada kabar baik yang bisa membuat harga logam mulia kembali melesat.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 956.000/batang, naik 0,1%. Kemarin emas ini ambrol lebih dari 1%.

Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini naik 0,11% ke Rp 89.812.000/batang atau Rp 898.120/gram.


Harga emas dunia kemarin naik 0,16% ke US$ 1.846,26, setelah bergerak naik-turun, berlawan dengan pergerakan indeks dolar AS.

Di awal perdagangan kemarin, indeks dolar AS sempat turun 0,31%, tetapi berbalik naik 0,25%, sebelum akhirnya melemah ke 0,13% ke 90,239.

Pergerakan tersebut mengindikasikan pelaku pasar masih menimbang-nimbang kemana dolar AS akan melangkah di tahun ini.

Sebab, ada "bisik-bisik" di pasar jika bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan memangkas nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) di akhir tahun ini, yang berpeluang membuat dolar AS perkasa. Di sisi lain, semakin banyak analis mata uang yang memprediksi dolar AS masih akan melemah hingga 2 tahun ke depan.

Kabar baik bagi emas dari Amerika Serikat (AS) kemarin. Presiden AS terpilih Joseph 'Joe' Biden pada Kamis waktu setempat mengumumkan akan menggelontorkan paket stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun. Efeknya sudah langsung terlihat, pagi ini harga emas dunia menguat 0,23%. 

Dengan tambahan stimulus fiskal, maka jumlah uang yang beredar di AS akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

Analis dari Edelweiss Wealth Management, Sahil Kapoor, mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli emas, sebab harganya akan naik ke US$ 2.800/troy ons dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami percaya kemungkinan dolar AS rebound dalam jangka pendek bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi emas. Emas bisa dibeli di kisaran US$ 1.850/troy ons, dan kami percaya harga emas akan menguat ke US$ 2.600 sampai US$ 2.800/troy ons dalam beberapa tahun ke depan," kata Kapoor sebagaimana dilansir Kitco, Selasa (12/1/2021).
"Dalam jangka panjang, emas dalam fase bullish (tren naik), yang sangat didukung pelemahan nilai dolar AS," tambahnya.

Selain menekan dolar AS, stimulus fiskal juga menjadi bahan bakar bagi emas untuk menanjak. Pada bulan Agustus tahun lalu, emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons, salah satu pemicunya adalah stimulus fiskal jilid I di AS yang digelontorkan pada bulan Maret 2020, sebesar US$ 2 triliun.

Sehingga saat stimulus yang dijanjikan Biden cair, maka harga emas berpotensi melesat lagi, dan emas Antam juga ikut terkerek. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading