Permisi Sobat Cuan, Mau Untung dari Dividen? Begini Caranya

Investment - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
16 December 2020 09:05
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2020 tinggal hitungan pekan. Sebentar lagi kita akan mengucapkan selamat tinggal pada bulan Desember yang umumnya diwarnai dengan sentimen window dressing di pasar. Tak butuh waktu lama yaitu di kuartal pertama biasanya emiten akan mulai membagikan dividen mereka.

Strategi berburu dividen harus diatur dengan matang dan mempertimbangkan banyak hal dan jauh-jauh hari. Bagi Anda yang termasuk investor yang tipenya adalah dividend hunter, ada beberapa tips investasi yang untuk berburu dividen yang CNBC Indonesia rangkumkan untuk Anda :

1. Jangan Cuma Cari Saham yang Kasih Dividend Yield Paling Tinggi


Bayangkan kondisi di mana ada suatu emiten sebut saja ABCD yang ditransaksikan di pasar dengan harga 1.000/unit. Emiten ini akan menebar dividen sebesar Rp 100/unit saham. Kemudian ada perusahaan lain sebut saja WXYZ yang harganya juga sama tetapi memberikan dividen sebesar Rp 25/unit saham.

Sekilas terlihat menggiurkan sekali untuk memilih membeli saham ABCD karena imbal hasil dividennya lebih besar dibanding WXYZ (10% vs 2,5%). Namun jika Anda seorang investor maka harus lebih berhati-hati lagi dalam melihat fenomena imbal hasil dividen yang tinggi ini.

Anda disarankan untuk melihat tren pergerakan harganya. Apabila tren harganya menurun akibat sentimen negatif yang sifatnya temporer boleh saja Anda memutuskan untuk membeli perusahaan seperti ABCD.

Namun apabila penurunan harga diakibatkan oleh adanya perubahan fundamental perusahaan ke arah yang lebih buruk, jelas ini adalah rambu-rambu untuk Anda. Pasalnya jika jangka waktu investasi Anda panjang maka tren penurunan harga yang berlanjut hanya akan menggerus seluruh capital gain Anda. 

2. Lihat Cash Dividend Pay Out (DPR) Ratio Juga ya!

Kembali ke kasus perusahaan ABCD lagi, apabila sepanjang 12 bulan terakhir perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 100 miliar. ABCD memiliki total saham beredar sebanyak 500 juta lembar maka akan diperoleh laba per saham atau earning per share (EPS) sebesar Rp 200. 

Apabila per lembar sahamnya investor ABCD mendapatkan dividen sebesar Rp 100 maka rasio pembayaran dividen (DPR) ABCD mencapai 50%. Bahkan kadangkala rasio DPR bisa melampaui 100%. 

Namun Anda juga harus berhati-hati dalam menginterpretasi rasio ini. Tidak bisa ditelan mentah-mentah karena bisa menyesatkan. DPR sangat dipengaruhi oleh banyak faktor karena adanya distorsi EPS yang dipicu oleh beberapa hal seperti aksi korporasi yang meliputi buyback, akuisisi, divestasi dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keberlanjutan dividen, investor harus memeriksa rasio pembayaran dividen tunai yang tercermin dari persentase arus kas bebas atau free cash flow (FCF) perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen selama tahun-tahun sebelumnya.

3. Tengok Juga Ada Kenaikan Dividen atau Tidak

Apabila dividen yang dibagikan oleh perusahaan ABCD terus mengalami peningkatan, maka bisa dibilang bahwa emiten tersebut memang layak untuk investasi. Pasalnya kenaikan dividen juga menandakan bahwa perusahaan mampu mencetak dan meningkatkan laba secara konsisten.

Perusahaan yang seperti ini layak untuk dikoleksi dalam jangka waktu yang panjang karena terus bertumbuh. Saat ada koreksi harga dan hanya karena sentimen sesaat tanpa mempengaruhi kinerja perusahaan maka saham perusahaan semacam ini layak untuk di-average down.

4. Kalau Sudah Cuan dari Dividen, Jangan Lupa Diinvestasikan Lagi Ya, Ingat Prinsip Compounding!

Ketika Anda mendapatkan dividen dari suatu perusahaan, upayakan untuk menginvestasikannya lagi. Bisa ke saham yang sama jika memang Anda melihat prospek perusahaan masih menjanjikan sesuai dengan horison waktu investasi Anda.

Namun apabila Anda melihat ada peluang lain, hasil dividen tersebut juga bisa dibelikan saham emiten lain yang lebih menjanjikan secara fundamental oke, valuasi murah dan prospek pertumbuhan good.

Cuan hasil dari capital gain maupun dividen memang sebaiknya diinvestasikan lagi bukan ditarik untuk belanja kebutuhan yang tidak mendesak (kecuali ada urgensi), agar bisa memperoleh hasil yang berlipat ganda mengikuti prinsip compounding (bunga berbunga). 

Sebagai informasi saja, investor kawakan sekelas Warren Buffett adalah tipe yang getol menginvestasikan uangnya lagi lho dari cuan capital gain maupun dividen. Prinsip compounding inilah yang pada akhirnya berhasil membuatnya masuk ke jajaran orang terkaya di dunia. 

Ini Daftar Saham yang Bagi Dividen Jumbo Tahun Lalu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading