Mansurmology: Sebut Saham WIKA & PPRO, Kode Apa?

Investment - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 December 2020 14:48
Ustaz Yusuf Mansur/Dok Instagram @yusufmansurnew

Jakarta, CNBC Indonesia - Ustaz Yusuf Mansur kembali memposting kode saham di laman instragramnya. Ada dua saham yang disebut-sebut oleh Yusuf Mansur yang mendapat respons dari warganet.

Ulasan investasi saham Yusuf Mansur belakangan menjadi perhatian warganet, inilah yang kemudian memunculkan istilah Mansurmology. Kali ini dalam postingan terbarunya, dia menyebutkan telah membeli saham perusahaan konstruksi pelat merah yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Properti Tbk (PPRO).

Hal ini disampaikannya dalam akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew.


"Sekarang beli WIKA & PPRO aja dulu, hehehe. Sambil belajar-belajar dari case study," tulisnya.

[Gambas:Instagram]

Tulisan tersebut merupakan caption dari video yang diunggahnya. Dalam video tersebut, dia tampak sedang memanen buah jeruk dari pohon yang ditanamnya dalam sebuah pot.

Sembari memetik jeruk tersebut, dia juga menyebutkan bahwa berinvestasi saham itu sama dengan menanam sebuah pohon.

"Siapa yang menanam dia yang memetik... Berlaku juga buat investasi saham," kata dia.

Dia melanjutkan, "Mau beli saham lagi apa nih, mau becanda ke saham apa?"

Pada postingan berikutnya, Yusuf Mansur memposting pergerakan harga saham WIKA yang tercatat naik 7,46% ke level harga Rp 1.800/unit. 

"Ini yang WIKA. sentuhan Allah dg izin Allah. selamat menikmati. ini ujian. hayo? lepas atau tahan? tujuannya, membersamai loh... to own... bukan to cuan, hehehe. ownership," tulis Yusuf Mansur memberikan caption. 

[Gambas:Instagram]



Awal pekan ini dia memang telah menyebut investasi di sektor infrastruktur akan menguntungkan, karena proyek tersebut untuk membangun konektivitas yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Di saat banyak yang skeptis dengan BUMN, bahkan Indonesia, saya mah ngajak optimis aja. Bahkan ngajak action. Negeri ini punya kita. BUMN juga punya kita. Sebaik-baiknya nya investor ya kita. Bukan orang lain," ungkapnya.

Salah satu saham BUMN Karya yang jadi pilihannya adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pada semester kedua ini, perseroan membidik kontrak baru senilai Rp 18 triliun.

"Dan prestasinya juga top... WIKA, dapet proyek dari swasta... 18T. Gila kan? Subhaanallaah. Kerjasama yang sangat baik. Dan proyeknya juga proyek yang nyangkut hajat orang banyak," urainya lagi.

Namun, selain memperhatikan sentimen, Yusuf juga menekankan agar investor juga melakukan riset sebelum melakukan transaksi, untuk memastikan dari sisi fundamental masih cukup baik.

"Maka, jadikan ini prinsip. Searching-searching. Gugling-gugling. Riset kecill-kecilan, termasuk urusan saham. Banyakin bahan bacaan. Jangan ampe gelap, sebab ga ada bacaan. Apalagi maen saham. Jangan ampe gelap," kata dia.

Seperti diketahui, saat ini pemegang saham WIKA adalah pemerintah dengan porsi 65,04%, kepemilikan publik seebsar 34,93% dan saham treasury sebanyak 0,01%.

Sedangkan PPRO saham mayoritasnya dipegang oleh induk usahanya PT PP Tbk (PTPP) sebesar 64,95%, lalu ada kepemilikan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebanuak 8,51% dan PT Asabri (Persero) sebanyak 5,33%. Kepemilikan publik mencapai 21,21% di saham ini.

Hingga berita ini diturunkan, saham WIKA sepanjang hari sudah menguat 6,87% ke Rp 1.790/saham dari posisi penutupan kemarin di Rp 1.675/saham. Selama enam bulan terakhir saham ini sudah naik 85,01%.

Saham PPRO sepanjang hari sudah naik 8% ke Rp 108/saham dari harga penutupan kemarin di Rp 100/saham. Enam bulan terakhir saham ini sudah naik 116%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading