Didominasi Milenial, Investor Pasar Modal RI Tembus 3,34 Juta

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 October 2020 20:05
Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pandemi Covid-19, investor pasar modal tanah air terus mencatat pertumbuhan. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, investor pasar modal telah naik 34,78% menjadi 3,34 juta sampai dengan 16 Oktober 2020 dari posisi akhir tahun 2019 sebanyak 2,48 juta investor.

"Jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di KSEI terus mengalami pertumbuhan hingga menjelang akhir tahun 2020 ini," urai Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo, dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Pertumbuhan investor selama sekitar 10 bulan terakhir ditopang oleh pertumbuhan investor reksa dana sebesar 49,4% dan investor Surat Berharga Negara (SBN) 37,10%. Pertumbuhan juga dicatatkan oleh investor saham selama sekitar 10 bulan terakhir yang meningkat 27,87%.

Adapun, karakteristik demografi investor berdasarkan jenis kelamin masih didominasi oleh pria sebesar 61%, sedangkan investor wanita berjumlah 39%. Selain itu, dari data yang tercatat di KSEI, demografi investor semakin bergerak ke usia yang lebih muda.

Data KSEI menunjukan bahwa investor usia di bawah 30 tahun berjumlah 47,84% dan usia 31 - 40 tahun berjumlah 24,31%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa sekitar 70% investor pasar modal Indonesia berada pada usia muda.

Kepemilikan investor muda tersebut juga cenderung meningkat dibandingkan akhir Desember 2019.




"Hal ini memperlihatkan antusiasme investor dalam berinvestasi yang tidak surut di kala pandemi," kata Urip melanjutkan.

Dari sisi pekerjaan, 53,19% investor dengan pekerjaan sebagai pegawai, disusul dengan pelajar sebesar 19,17%. Adapun terdapat kenaikan nilai aset yang dipegang oleh investor ibu rumah tangga dan pelajar.

Sementara itu, dari sisi nilai aset yang tercatat di salah satu sistem utama KSEI yaitu sistem C-BEST hingga 16 Oktober 2020 mengalami penurunan 14,82% dari Rp4.465,41 triliun menjadi Rp3.803,45 triliun. Penurunan ini sejalan dengan penurunan IHSG yang mengalami penurunan 18,3%.

Nilai aset yang tercatat di sistem utama KSEI lainnya yaitu S-INVEST hingga 16 Oktober 2020 mengalami penurunan 6,15% dari Rp789,80 triliun menjadi Rp756,47 triliun. Sedangkan jumlah reksa dana tercatat mengalami penurunan dari 2.506 reksa dana menjadi 2.418 reksa dana.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading