Alarm Waspada! Harga Emas Antam Jeblok 3 Hari Beruntun

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 October 2020 10:08
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam turun tajam pada perdagangan Rabu (14/10/2020).

Dengan demikian, harga emas Antam sudah turun dalam 3 hari beruntun. Harga emas dunia yang merosot ke bawah US$ 1.900/troy ons membuat emas Antam tertekan.

Melansir data dari logammulia.com, situs resmi PT Antam, emas satuan 1 gram dibaderol Rp 1.007.000/batang, turun Rp 8.000 atau 0,79% dibandingkan harga kemarin. Sehingga total dalam 3 hari terakhir, emas Antam merosot 1,18%.


Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan turun 0,84% ke Rp 94.912.000/batang atau Rp 949.120/gram.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin ambrol 1,62% ke US$ 1.890,81/troy ons akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang ngamuk. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam, kemarin naik 0,5%.

Di hari Senin, emas dunia juga melemah 0,39%, di saat yang sama indeks dolar naik tipis 0,01% setelah merosot dalam 3 hari beruntun.

Pergerakan tersebut menegaskan korelasi negatif antara emas dunia dengan dolar AS. Sejak pekan lalu, kedua aset ini bergerak berlawan arah, indeks dolar AS hanya menguat sekali di hari Selasa, sisanya melemah. Sebaliknya, emas hanya melemah sekali di hari Selasa, sisanya menguat.

Kondisi saat ini sepertinya akan menguntungkan bagi dolar AS, sebab kembali dipenuhi ketidakpastian. Beberapa negara Eropa kembali menerapkan pembatasan sosial yang lebih ketat akibat penyebaran pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang meningkat.

Sementara itu, stimulus fiskal di AS masih belum ada kejelasan, dan kemungkinan tidak akan cair hingga pemilihan presiden AS 3 November mendatang. Alhasil, dolar AS pun kembali diburu pelaku pasar.

"Banyak faktor menunjukkan dolar AS bisa naik lebih tinggi lagi," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (14/10/2020).

"Stimulus di AS kemungkinan tidak akan cair hingga pilpres selesai. Bank sentral China meredam penguatan yuan. Tidak ada alasan membeli euro, dan banyak posisi beli (long) euro yang akan dilikuidasi," tambahnya.

Hal ini tentunya menjadi alarm waspada bagi logam mulia. Jika dolar AS terus ngegas naik, harga emas dunia berisiko terus merosot di pekan ini, yang tentunya akan menyeret turun emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading