Joss! Harga Emas Antam Termahal 3 Pekan, Rp 1,031 Juta/gram

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 September 2020 10:11
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang biasa dikenal dengan emas Antam hari ini, Senin (14/9/2020) stagnan dibandingkan harga pada Sabtu akhir pekan lalu.

Meski demikian, logam mulia ini berada di level tertinggi dalam 3 pekan terakhir.

Melansir data dari situs resmi logammulia.com, harga emas Antam satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.031.000/batang. Harga tersebut merupakan yang termahal sejak 19 Agustus lalu.


Sementara emas dengan berat 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 97.312.000/batang atau Rp 973.120/gram.

Harga emas dunia yang masih berfluktuasi membuat harga logam mulia di dalam negeri juga tak mampu menguat banyak. Sejak mencapai rekor termahal sepanjang sejarah Rp 1.065.000/batang pada 7 Agustus lalu, harga emas malah menurun.

Memang sempat rebound hingga ke Rp 1.058.000/batang pada 19 Agustus lalu, setelahnya emas Antam kembali merosot dan tertahan di bawah Rp 1.031.000/batang.

Di pekan ini, pergerakan emas dunia kemungkinan belum akan besar hingga Kamis nanti saat bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan kebijakan moneter.

Maklum saja, kebijakan moneter The Fed merupakan salah satu faktor yang membuat harga emas dunia terbang tinggi di tahun ini.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis (27/8/2020) malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan "target inflasi rata-rata" yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% "secara moderat" dalam "beberapa waktu", selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan "target inflasi rata-rata" Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan positif bagi emas, sehingga outlook jangka panjang emas diramal masih cerah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading