Tambah 1.054, Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Dekati Rekor

Investment - dob, CNBC Indonesia
02 September 2020 16:05
Anies Baswedan, Konferensi Pers Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia- DKI Jakarta untuk kesekian kalinya kembali memimpin penambahan kasus baru virus corona (Covid-19) pada Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan data Kementerian kesehatan, kasus baru Covid-19 pada hari ini bertambah 1.054 orang, sehingga totalnya menjadi 42.041 orang.

Hal ini merupakan penambahan kasus terbesar kedua sejak penyakit mematikan ini mewabah. Rekor penambahan kasus baru pada 1 hari adalah 1.094 orang yang tercipta pada 30 Agustus 2020.


Sementara itu jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta pada hari ini mencapai 9.069 pasien. Jumlah ini merupakan salah satu yang tertinggi dan memberikan kekhawatiran karena kapasitas rumah sakit di ibu kota semakin penuh.

Pada hari yang sama terdapat 474 pasien sembuh di DKI Jakarta sehingga totalnya menjadi 31.741 orang. Adapun kasus kematian di DKI Jakarta bertambah 17 orang sehingga menjadi 1.231 orang.

Tingginya penambahan kasus di Jakarta belakangan diperkirakan disebabkan adanya libur panjang pada pertengahan Agustus lalu. Sepanjang Agustus kasus Corona di Jakarta bertambah 18.687 orang, dan beberapa kali memecahkan rekor dengan penambahan per hari di atas 1.000 pasien baru.

Sebelumnya Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pada kemarin sebanyak 385 kasus merupakan akumulasi dari kasus 7 hari sebelumnya. Namun kasus ini baru dilaporkan pada hari tertentu, sehingga tidak bisa dilaporkan secara langsung dan diakumulasikan pada 30 Agustus 2020.

"Mayoritas kasus baru adalah tanggal 16-22 Agustus saat liburan panjang dan tingkat penularan masih sangat tinggi. Pandemi masih terjadi di dunia harus menjalankan protokol kesehatan supaya tidak terjadi seperti di DKI dengan liburan panjangnya dan juga peningkatan kasus," kata Wiku, Senin (31/08/2020).

Dia mengatakan akibat penambahan dari penularan saat libur panjang ini, tingkat positivity rate naik menjadi 9,7% di DKI Jakarta, sementara secara nasional menjadi 14,8%. Angka ini jauh diatas standar WHO yang menetapkan positivity rate harus di bawah 5%.

Sementara tingkat kematian di DKI Jakarta turun menjadi 3%, lebih rendah dibandingkan rasio nasional yakni 4,3%. Jika dibandingkan rata-rata global 3,43%, angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi Kemudian tingkat kesembuhan di DKI Jakarta juga mencapai 76,6% dan nasional 72,2%

"Kasus-kasus di DKI Jakarta ini 30% berasal dari Bodetabek dan harus ditangani dengan baik," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading