Jangan Ketinggalan! Emas Antam Mau Tembus Rp 1 Juta/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
23 July 2020 06:26
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam atau logam mulia Antan, pada perdagangan Rabu kemarin (21/7/2020) naik Rp 19.000 atau 2,1% menjadi Rp 924.120/gram. Emas Antam membukukan rekor baru yang terdongkrak oleh stimulus lebih lanjut dari sejumlah bank sentral dunia, sehingga mendukung permintaan logam emas sebagai safe haven.

Sebelumnya harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya (Selasa, 14/4) di level Rp 899.000/gram. Harga ini adalah emas Antam untuk acuan 100 gram.

Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram


Pada perdagangan Selasa lalu (21/7) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini juga mengalami kenaikan Rp 7.000 ke Rp 905.120 dari harga Senin yang berada di Rp 898.120/gram.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam juga ikut melambung Rp 19.000 atau 1,97% pada Rabu kemarin menjadi Rp 982.000/gram atau hampir mendekati Rp 1 juta/gram, setelah lonjakan 0,73% ke Rp 963.000/gram pada hari Selasa.

Harga emas Antam kian bersinar, terutama di minggu ini yang berhasil mencatatkan rekor baru sejak April 2020 lalu. Pemicunya adalah lonjakan harga emas dunia di tengah kekhawatiran hantaman ekonomi akibat pandemi virus corona yang berujung resesi.

Emas pun yang dianggap sebagai aset lindung nilai (hedging) jadi kebanjiran permintaan ketika ada ancaman inflasi yang tinggi dan penurunan nilai tukar mata uang. Permintaan meningkat harga pun ikut terkerek.

"Prospek harga emas tetap positif untuk jangka menengah dengan ketidakpastian ekonomi yang tinggi dan pemerintah global dan neraca bank sentral yang meningkat secara besar-besaran." kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

"Orang menggunakan emas sebagai aset safe-haven dan juga banyak yang percaya bahwa inflasi akan naik di kuartal mendatang," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, melansir Reuters.

Kenaikan harga emas Antam tersebut seiring dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Selasa (Rabu pagi waktu Indonesia) yang naik sebesar US$ 26,18 atau 1,44% ke level US$ 1.841,58/troy ons dari US$ 1.815,4/troy ons, melansir dari Refinitiv.

Bahkan hingga pukul 13:10 WIB kemarin, harga emas dunia terus menguat ke level US$ 1.857,49/troy ons, dengan harga tertinggi intraday atau harian saat ini berada di US$ 1.865,35/troy ons, mengacu data Refinitiv.

Kapan rekor lagi?

Mengacu aturan di pasar,satu troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga harga emas dunia yang saat ini berada di kisaran US$ 1.860/troy ons dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 59,81 per gram.

Dengan asumsi kurs rupiah Rp 15.500/US$ karena kemungkinan tekanan inflasi, maka untuk harga emas Antam berada di Rp 927.055/gram. Namun perlu diperhatikan harga ini belum termasuk produksi cetak yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan juga faktor lainnya.

Jadi, untuk harga emas Antam bisa mencapai Rp 1 Juta per gramnya, maka diperlukan harga emas dunia yang berada di atas level US$ 2.030/troy ons atau US$ 65/gram setelah dibagi konversi di atas, sehingga didapatlah harga emas Antam yang sebesar Rp 1.007.500/gram.

Hans Albrecht, yang merupakan seorang manager portofolio di Horizons ETF, memprediksi bahwa harga emas dunia akan mencapai US$ 2.000/troy ons di akhir tahun ini. Artinya dalam kurun 3-6 bulan ke depan angka tersebut bisa tercapai. Begitu pula dengan harga emas Antam yang mengikuti emas dunia untuk mencapai Rp 1 juta per gram nya.

"Dalam pandangan saya, harga emas punya peluang yang besar menuju US$ 2.000/troy ons di akhir tahun nanti, dan tahun depan akan jauh lebih tinggi" kata Albrecht sebagaimana dilansir Kitco News.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading