Ada Vaksin Corona, Investasi Emas Antam Bakal Merugi Gak?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 July 2020 12:35
Ilustrasi emas (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (ANTM) pada perdagangan Kamis (2/7/2020) turun lumayan banyak, mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Adanya vaksin potensial untuk menanggulangi virus corona membuat harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu kemarin, dan diikuti oleh emas Antam hari ini.

Berdasarkan data dari logammulia.com, di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung emas batangan 100 gram yang dijadikan acuan dibanderol Rp 85.712.000/batang atau Rp 857.120/gram. Harga tersebut turun Rp 4.000/gram atau 0,46% dibandingkan dengan Rabu kemarin.


Jika emas Antam turun 0,46%, harga emas dunia melemah 0,6% ke US$ 1.770/troy ons di pasar spot pada perdagangan Rabu kemarin. Pergerakan harga emas dunia biasanya memang mempengaruhi harga emas Antam, selain nilai tukar rupiah, serta supply-demand.

Harga emas dunia kemarin melemah setelah CNBC International melaporkan, kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh kerja sama perusahaan farmasi AS dan Jerman (Pfizer & BioNTech) menunjukkan hasil yang positif.

Kandidat vaksin tersebut dikabarkan mampu menghasilkan antibodi yang dapat menetralkan virus. Artinya antibodi tersebut berfungsi dengan baik untuk menonaktifkan sang virus.

"Kami didukung oleh data klinis BNT162b1, satu dari empat konstruk mRNA yang kami evaluasi secara klinis menunjukkan hasil yang positif, sebuah penemuan awal yang bagus," kata Kathrin U. Jansen, kepala penelitian dan pengembangan vaksin di Pfizer.

Lebih lanjut perusahaan tersebut juga mengatakan jika vaksin tersebut memperoleh izin dari otoritas kesehatan terkait (FDA), maka perusahaan akan membuat 100 juta dosis akhr tahun ini dan kemungkinan lebih dari 1,2 miliar dosis di akhir tahun 2021.

Masih perlu waktu yang cukup lama hingga vaksin tersebut memperoleh izin hingga akhirnya digunakan secara luas.

Sehingga pelemahan harga emas dunia merespon kabar tersebut adalah koreksi wajar, apalagi melihat posisinya yang berada di dekat level psikologis US$ 1.800/troy ons.

Untuk jangka panjang, harga emas dunia diramal masih akan menguat bahkan melewati rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons yang dicapai pada September 2011 lalu.

Salah satu yang memprediksi emas dunia akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa adalah Bank of America Merril Lynch (BofA), salah satu bank investasi ternama di dunia.

BofA menargetkan emas mencapai US$ 2.000/US$ di kuartal III-2020. Dalam 18 bulan ke depan, BofA bahkan memprediksi emas mencapai US$ 3.000/troy ons.

Jika prediksi tersebut jadi nyata, harga emas Antam tentunya berpeluang menanjak mengikuti pergerakan emas dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading