Lega! Harga Emas Antam 30 Juni 2020 Melesat Jadi Rp 860.120

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:37
Emas Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam hari ini, Selasa (30/6/2020) terpantau menguat, dengan kenaikan sebesar Rp 7.000 atau 0,82% ke level Rp 860.120/gram terdorong oleh penghindaran aset berisiko atau risk aversion investor akibat lonjakan kasus virus corona yang memberikan kekhawatiran ekonomi masuk jurang resesi.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (29/6/2020) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun sebesar Rp 1.000 pada Rp 853.120/gram dari harga Sabtu yakni Rp 854.120/gram.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari ini Selasa (30/6/2020) naik Rp 7.000 menjadi Rp 918.000/gram setelah turun Rp 1.000 ke Rp 911.000/gram pada hari Senin kemarin.


Sementara untuk harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram hari ini yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum menguat 0,82% berada di Rp 86,012 juta dari harga sebelumnya Rp 85,312 juta per batang.

Mengacu data situs logammulia, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 0,99% atau Rp 8.000 ditetapkan pada Rp 814.000/gram, dari posisi kemarin Rp 806.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Harga Emas AntamĀ 30 Juni 2020

Emas AntamFoto: logammulia.com
Emas Antam

Kenaikan harga emas Antam senada dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan Senin atau Selasa dini hari tadi waktu Indonesia sebesar US$ 0,87 atau 0,05% pada US$ 1.771,49/oz, melansir dari Refinitiv.

Sementara untuk harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus 2020 juga ditutup naik US$ 0,90 atau sekitar 0,05% ke level US$ 1.781,20/oz.

Harga emas dunia telah bertahan di atas level US$ 1.750/oz karena percepatan penyebaran virus corona (Covid-19) mengancam untuk menggagalkan harapan pemulihan ekonomi global.

Menurut sebuah laporan dari Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah melampaui 10 juta, sementara jumlah kematian global dari pandemi naik menjadi lebih dari 500.000.

"Peningkatan jumlah kasus virus corona di sebagian besar Amerika Serikat telah membuat pasar gelisah dan mendukung emas," Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengutip Reuters.

"Ada fenomena beralih ke emas sejak minggu lalu ... Namun untuk saat ini, para trader sedang menunggu untuk melihat bagaimana kinerja ekuitas dan jika terjadi tekanan jual di pasar saham nantinya, emas akan bergerak lebih tinggi." tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading