Melesat Rp 8.000! Harga Emas Antam 24 Juni 2020 di Rp 858.120

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
24 June 2020 09:43
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Rabu ini (24/6/2020) naik 0,94% atau sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 858.120/gram dari perdagangan Selasa kemarin di level Rp 850.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas Antam naik 0,12% atau Rp 1.000 dari posisi harga Senin yakni Rp 849.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik 0,94% berada di Rp 85,812 juta dari harga kemarin Rp 85,012 juta per batang.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu ini (24/6/2020) naik Rp 8.000 menjadi Rp 916.000/gram setelah naik Rp 1.000 ke Rp 908.000/gram pada hari Selasa kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 1,25% atau Rp 10.000 ditetapkan pada Rp 809.000/gram, dari posisi kemarin Rp 799.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Selasa kemarin (Rabu pagi waktu Indonesia) yang naik sebesar US$ 12,05 atau 0,69% ke level US$ 1.766,51/troy ons setelah naik US$ 11,62 atau 0,67% pada US$ 1.754,46/troy ons dari penutupan perdagangan sebelumnya, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus naik US$ 15,60 atau 0,8% ke level US$ 1.782/troy ons dan merupakan penutupan tertinggi sejak awal Oktober 2012, setelah naik US$ 13,40 atau sekitar 0,8% pada US$ 1.766,40/troy ons sebelumnya, melansir dari RTTNews.

Lonjakan harga emas terdorong oleh pelemahan dolar AS atau greenback di tengah kekhawatiran tentang kesepakatan perdagangan antara AS dengan China, yang muncul kembali menyusul komentar dari penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro tentang kegagalan China dalam menangani virus corona hingga berdampak pada Negeri Adidaya tersebut.

Sementara sejumlah paket stimulus yang digelontorkan beberapa negara guna memerangi pandemi virus corona turut menopang harga emas lebih tinggi. Emas telah naik hampir 16% tahun ini didukung oleh langkah-langkah stimulus global karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Tsunami stimulus datang dari mana-mana tidak hanya inflasi tetapi juga melukiskan gambaran yang lebih lemah bagi ekonomi dan membuat emas terlihat menarik," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets, melansir Reuters.

Para investor umumnya membeli emas untuk lindung nilai (hedging) atau safe haven terhadap beberapa krisis termasuk ekonomi, politik, sosial atau krisis finansial.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading