Gegara The Fed, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 840.120/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
16 June 2020 10:55
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Selasa ini (16/6/2020) turun 0,47% atau sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 840.120/gram dari perdagangan Senin kemarin di level Rp 844.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Senin kemarin, harga emas Antam naik 0,24% atau Rp 2.000 dari posisi harga Sabtu yakni Rp 842.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 0,47% berada di Rp 84,012 juta dari harga kemarin Rp 84,412 juta per batang.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Selasa ini (16/6/2020) turun Rp 4.000 menjadi Rp 898.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 902.000/gram pada hari Senin kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 0,76% atau Rp 6.000 ditetapkan pada Rp 787.000/gram, dari posisi kemarin Rp 793.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Penurunan harga emas Antam seiring dengan koreksi harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Senin kemarin (Selasa pagi waktu Indonesia) yang turun sebesar US$ 5,16 atau 0,3% ke level US$ 1.724,61/troy ons setelah naik US$ 2,62 atau 0,15% pada US$ 1.729,77/troy ons sebelumnya, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus juga turun US$ 10,10 atau sekitar 0,6% ke level US$ 1.727,30/troy ons setelah turun US$ 2,50 atau sekitar 0,1% pada US$ 1.737,30/troy ons sebelumnya, melansir dari RTTNews.

Koreksi harga emas dunia seiring dengan rebound atau lonjakan pasar ekuitas global di tengah stimulus bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed AS), sehingga cenderung menekan harga emas.

Aksi The Fed disambut baik pasar ekuitas. Sikap The Fed yang kian agresif melakukan pembelian di pasar obligasi menunjukkan bahwa bank sentral Adidaya sedunia ini bakal memastikan likuiditas di pasar untuk tetap terjaga dan bahkan berlebih.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

Begini Daya Tarik Investasi Emas di H2-2020


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading