Jumat Berkah! Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp 895.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
24 April 2020 10:28
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Jumat ini (24/4/2020) naik 1,13% atau sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 895.000/gram dari perdagangan Kamis kemarin di level Rp 885.000/gram.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, harga emas Antam juga naik 0,68% sebesar Rp 6.000 dari posisi harga Rabu yakni Rp 879.000/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat 1,13% berada di Rp 89,5 juta dari harga kemarin Rp 88,5 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Jumat ini (24/4/2020) kembali naik Rp 10.000 menjadi Rp 944.000/gram setelah naik Rp 6.000 ke Rp 934.000/gram pada hari Kamis kemarin.

 


Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 1,20% atau Rp 10.000 ditetapkan pada Rp 843.000/gram, dari posisi kemarin Rp 833.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Penguatan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan kemarin yang naik US$ 17,88 atau 1,04% pada US$ 1.731,33/troy ons mengacu data dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka (futures) untuk bulan Juni naik US$ 7,1 atau sekitar 0,4%, menjadi US$ 1.745,4/troy ons, melansir dari RTTNews.

Penguatan harga emas dunia didorong oleh harapan lebih banyak stimulus dari Amerika Serikat guna memerangi pandemi virus corona terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja.

Melansir dari CNBC International, David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures mengatakan " yang mendukung emas adalah kelanjutan dari stimulus bank sentral global, khususnya hari ini, di Amerika Serikat. Kami memberikan suara untuk tambahan stimulus senilai US$ 500 miliar."

Dengan demikian, perkiraan total dana yang disetujui untuk krisis mencapai hampir US$ 3 triliun. RUU itu akan menjadi yang keempat disahkan untuk mengatasi krisis dan menyediakan dana untuk usaha kecil dan rumah sakit.

Sementara logam e
mas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank sentral dan pemerintah karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, kata Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA seperti dikutip dari CNBC internasional.


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading