Tips Investasi

Kerja Freelance, tapi Mau Investasi? Yuk Simak Tipsnya

Investment - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
03 December 2019 15:46
Kerja Freelance, tapi Mau Investasi? Yuk Simak Tipsnya Foto: Freepik

Jakarta, CNCB Indonesia - Bekerja pada zaman sekarang tidak hanya menjadi karyawan kantoran, tetapi bisa menjadi wiraswasta dengan berbisnis maupun bekerja paruh waktu atau freelance.

Secara pendapatan, pekerja kantoran mungkin bisa ditaksir berapa pendapatan (earning) per bulan maupun per tahunnya, tetapi bagi yang berwiraswasta maupun freelancer tergantung seberapa besar omzet maupun seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan.

Untuk wiraswastawan maupun freelancer diperlukan strategi dalam mengatur keuangan agar lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Beberapa tips berikut patut dipertimbangkan bagi seseorang yang penghasilannya bersifat dinamis:



1. Ketahui Kebutuhan Prioritas

Ketika baru mendapatkan penghasilan, boleh saja kamu belanjakan barang-barang yang kamu inginkan, tetapi pastikan kebutuhan prioritas harus kamu prioritaskan terlebih dahulu seperti: konsumsi pribadi atau keluarga, biaya transportasi, listrik, air, perlengkapan mandi, pulsa, membayar pajak kendaraan, dan lain sebagainya.

Jangan mudah tertipu diskon belanja, manfaatkan diskon belanja jika memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sifatnya mendesak atau sesuai peringkat kepentingannya.

2. Hindari berhutang

Berprofesi sebagai pekerja lepas (freelancer) ada baiknya tidak mempunyai hutang. Karena pendapatan yang didapat sifatnya tidak menentu. Berutang akan membuat anda tertekan dan tidak bebas berkreasi.

Jika mempunyai kartu kredit, ada baiknya digunakan sebagai sarana pembayaran saja. Meski bisa dicicil, sebaiknya langsung lunasi ketika jatuh tempo tiba, karena mencicil sama saja dengan membiasakan hidup dengan berhutang.

3. Siapkan Dana Darurat

Dalam ilmu keuangan pribadi, dana darurat sifatnya wajib meski telah memiliki anggaran keuangan, terkadang akan ada kondisi tertentu di mana Anda membutuhkan sejumlah dana di luar anggaran.

Ada baiknya dana darurat disimpan dalam bentuk tabungan atau rekening terpisah, karena agar tidak bercampur dengan anggaran lain dan tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Berapa idealnya dana darurat? Bagi yang belum menikah, sebaiknya memiliki dana darurat sebesar 6 kali dari jumlah pengeluaran bulanan. Bagi yang telah menikah, setidaknya memiliki dana darurat sebesar 9 kali dari pengeluaran bulanan rumah tangga.


4. Proteksi Diri dengan Asuransi

Tidak seorangpun menginginkan akan terjadi bencana, sebelum terjadi, ada baiknya kamu membentengi dirimu dengan asuransi. Asuransi diperlukan untuk diri sendiri dan keluarga agar tidak menjadi beban karena mengurangi harta yang ada.

Saat ini produk asuransi sudah cukup canggih, ada yang digabungkan dengan produk investasi yang dinamakan unitlink. Kamu bisa menabung sekaligus terlindungi dengan produk tersebut.

5. Investasi

Berinvestasi pada saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan karena kebutuhan yang cukup banyak di masa mendatang. Tentu kamu mempunyai keinginan atau cita-cita seperti membeli kendaraan, mempunyai rumah, bertamasya ke luar negeri, dan lain sebagainya.

Cita-cita tersebut perlu di jaga agar membuat hidupmu lebih bersemangat. Ketika mendapatkan penghasilan, ada baiknya kamu  sisihkan sebagian untuk investasi, bisa berupa logam mulia emas, reksa dana, SBR (obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah), atau saham-saham kategori unggulan atau blue chip.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading