China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi!

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
04 September 2019 10:17
China Ngadu ke WTO, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru Lagi! Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terbang menjadi Rp 726.000/gram hari ini, Rabu (4/9/2019) yang menorehkan rekor tertinggi baru sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya Rp 725.000/gram yang pernah dicapai pada 26 Agustus lalu.

Kenaikan harga emas Antam terjadi hingga Rp 10.000 (1,4%) hari ini dari Rp 716.000/gram kemarin akibat tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang semakin mendidih kemarin.

Meskipun mencetak rekor baru, tetapi kenaikan harga emas Antam kemarin bukanlah yang tertinggi baik secara jumlah maupun persentase yang masih kalah dari penguatan 3 Juli Rp 20.000 per gram (3,1%).


Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (4/9/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 72,6 juta dari harga kemarin Rp 72,5 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik kemarin di tengah semakin memburuknya kondisi perang dagang yang disetir aksi pengaduan China terhadap aksi AS kepada Oganisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Penguatan harga emas juga mendorong harga emas di pasar spot global mencetak rekor tertinggi baru sejak awal April 2013.

Dalam aduannya, Beijing menyatakan kebijakan Washington telah mempengaruhi ekspor Negeri Tirai Bambu sebesar US$ 300 miliar dalam perseteruan perang dagang kedua negara.

Kontraksi tersebut membawa angin negatif ke pasar negara berkembang seperti Indonesia, seperti ke pasar obligasi dan pasar saham serta nilai tukar rupiah di pasar valas. Namun, kontraksi yang terjadi di pasar keuangan justru mendongkrak harga emas yang menjadi instrumen investasi tradisional, baik di dalam negeri maupun secara global.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.





Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik hari ini menjadi Rp 699.000 per gram dari Rp 691.000 per gram kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Emas Global
Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.546 per troy ounce (oz), naik 1,07% dari US$ 1.530/oz pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih turun sebesar 0,16% menjadi US$ 1.544/oz.


Tanggal Harga US$ per troy ounce Selisih (%)
8/23/2019 1526.10 1.84
8/26/2019 1526.00 -0.01
8/27/2019 1542.40 1.07
8/28/2019 1538.80 -0.23
8/29/2019 1527.40 -0.74
8/30/2019 1519.85 -0.49
9/2/2019 1530.34 0.69
9/3/2019 1546.70 1.07
9/4/2019 1544.15 -0.16
Sumber: Refinitiv




Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.


TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading