Predator Anak Bunuh Diri, Trump Retweet Teori Konspirasi

Investment - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
11 August 2019 15:16
Predator Anak Bunuh Diri, Trump Retweet Teori Konspirasi Foto: Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia - Jeffrey Epstein, salah seorang investor kaya yang bulan lalu dijatuhi hukuman karena perdagangan dan pelecehan seks anak di bawah umur, ditemukan meninggal dengan dugaan bunuh diri.

Pengadilan melaporkan, Epstein, 66, gantung diri di Metropolitan Correctional Center Manhattan, tempat ia ditahan tanpa jaminan. Dia ditemukan pada Sabtu (10/8/2019) pukul 06.30.


Dikutip dari CNBC Internasional, Epstein diangkut oleh Biro Pemadam Kebakaran Layanan Medis Darurat Kota New York (FDNY-EMS) dari penjara ke Rumah Sakit Downtown New York. Ketika mereka tiba, Epstein sedang berada dalam serangan jantung, dan kemudian dinyatakan meninggal oleh staf rumah sakit. FBI kini sedang menyelidiki insiden itu.


Epstein ditahan tanpa jaminan di penjara sejak penangkapannya pada awal Juli di sebuah bandara di New Jersey utara setelah tiba di sana menggunakan pesawat pribadinya setelah penerbangan dari Paris.

Dia sebelumnya berada dalam pengawasan percobaan bunuh diri setelah ditemukan setengah sadar di lantai sel penjaranya pada 23 Juli dengan bekas luka di lehernya. Banyak orang yang mengetahui penyelidikan mengatakan, Epstein berada di selnya sendiri, tetapi saat ini tidak berada dalam pengawasan bunuh diri pada saat kematiannya.


Jaksa Agung William Barr mengatakan dia terkejut oleh bunuh diri Epstein dan menyebutkan, selain FBI, inspektur jenderal juga membuka penyelidikan.

"Kematian Epstein menimbulkan pertanyaan serius yang harus dijawab, "kata Barr. "Selain penyelidikan FBI, saya telah berkonsultasi dengan Inspektur Jenderal yang membuka penyelidikan tentang keadaan kematian Pak Epstein."

Epstein, yang pernah berteman dengan Bill Clinton dan Donald Trump, dituduh mengeksploitasi secara seksual puluhan gadis di bawah umur, beberapa di antaranya semuda 14 tahun.

Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan itu. Dia menghadapi hukuman maksimal 45 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Kantor pemeriksa medis Kota New York pun mengatakan sedang menyelidiki penyebab dan cara kematian Epstein.

Kematian Epstein ini menjadi kasus hukum serius dan ada dugaan konspirasi. Pasalnya kematiannya terjadi sehari setelah Epstein membuka sejumlah dokumen.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menambah panas situasi. Ia me-retweet salah satu kicauan warganet terkait teori konspirasi, yang tanpa bukti, dan mencoba menghubungkan kematian Epstein mantan presiden Bill Clinton, seperti yang diberitakan CNBC International.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading