Emas Global Terbang, Besok Emas Antam Bisa Rekor Lagi

Investment - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
07 August 2019 20:38
Emas Global Terbang, Besok Emas Antam Bisa Rekor Lagi Foto: Ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam hari ini sudah mencetak rekor baru. Per hari Rabu (7/8/2019), harga logam mulia produksi PT Antam Tbk (ANTM) ukuran 100 gram diperdagangkan dengan harga Rp 69 juta (Rp 690.000/gram), naik dari posisi hari sebelumnya yang sebesar Rp 67,5 juta (Rp 675.000/gram).

Lantas, bagaimana nasib harga emas Antam esok hari? Mampukah dia menguat lagi dan mencetak rekor untuk kesekian kalinya?

Ada harapan.



Pasalnya, harga emas dunia saat ini masih terus merangkak naik.

Di pasar spot, harga emas dunia pada pukul 20:15 WIB melesat 1,56% ke level US$ 1.496,92/troy ounce. Jika pada saat penutupan pasar spot nanti posisi ini bisa dipertahankan, atau bahkan menembus level US$ 1.500/troy ounce, maka harga emas Antam punya potensi kembali terangkat.



Pasalnya pergerakan harga emas Antam biasanya akan searah dengan emas global. Di pagi hari, Antam akan menentukan harga jual emasnya dengan mempertimbangkan harga emas global.

Kemungkinan harga emas global ditutup menguat pun agaknya juga tinggi.

Hari ini bank sentral di beberapa negara telah menurunkan suku bunga acuan masing-masing.

Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) menurunkan suku bunga acuan 35 bps ke 5,4%. Lebih dalam ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters, yaitu penurunan 25 bps.

Kemudian Bank Sentral Thailand (BoT) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 1,5%. Ini di luar ekspektasi, karena pelaku pasar memperkirakan suku bunga dipertahankan di 1,75%. Penurunan ini menjadi yang pertama sejak 2015.

Tak hanya itu, Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) secara mengejutkan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) rekor terendah 1%. Langkah tersebut terbilang mengejutkan, mengingat pelaku pasar memprediksi RBNZ memangkas 25 bps.

Rangkaian penurunan suku bunga ini membuat mata uang di beberapa negara terpapar risiko depresiasi karena banjir likuiditas. Alhasil nilai aset para investor juga berisiko terkoreksi akibat pelemahan nilai mata uang.

Dalam kondisi tersebut, emas seringkali diborong untuk dijadikan instrumen pelindung nilai (hedging). Sesuai hukum dasar ekonomi, kenaikan permintaan akan diikuti oleh penguatan harga.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading