Sasar Reksa Dana Syariah, Paytren Bidik 100.000 Nasabah

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
30 April 2019 18:53
Sasar Reksa Dana Syariah, Paytren Bidik 100.000 Nasabah
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan manajer investasi PT Paytren Aset Manajemen menargetkan dapat merangkul 100.000 nasabah baru tahun ini, hampir 10 kali lipat dari jumlah nasabah saat ini sekitar 10.500 orang. 

Direktur Utama Paytren Aset Manajemen Ayu Widuri mengatakan saat ini pangsa pasar perusahaan yang dia pimpin di segmen reksa dana syariah sudah mencapai 11% dari total nasabah industri reksa dana syariah sebanyak 94.000 orang.  

Dengan target tersebut, tuturnya, diharapkan perusahaan semakin mendominasi pangsa pasar reksa dana syariah yang juga disertai dengan pertumbuhan industri yang besar. 


Menurut dia, salah satu upaya mencapai target tersebut adalah menjadikan aplikasi Paytren sebagai gerai penjualan reksa dana yang dikelola perseroan. 


"Rencananya dapat menjadikan aplikasi Paytren milik PT Veritra Sentosa Internasional sebagai gerai penjual reksa dana dulu," ujar Ayu ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (30/4/19).
 

Dia mengatakan awalnya Veritra berencana menjadi agen penjual reksa dana (Aperd) tetapi akhirnya diputuskan menjadi gerai penjual reksa dana dulu mengingat proses menjadi Aperd yang lebih panjang. 

Gerai penjual reksa dana adalah tempat penjualan reksa dana yang kegiatan operasionalnya diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena harus melaporkan kegiatan penjualan reksa dananya.  


Kerja sama antara Aperd dengan gerai tersebut dimungkinkan diperluas dengan pihak lain yang memiliki jaringan luas lagi, yang didasari POJK Nomor 39/POJK.04/2014 tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana.
 

Aturan itu diperkuat oleh Surat Edaran OJK Nomor 51/SEOJK.04/2016 tentang Pelaksanaan Penjualan Efek Reksa Dana di Gerai Penjualan Efek Reksa Dana. 

Kegiatan dan kerja sama antara Aperd dengan gerai juga diwajibkan untuk disetujui oleh manajer investasi.  

Veritra adalah aplikasi komunitas pembayaran elektronik Paytren berbasis multilevel marketing (MLM) yang dibentuk sejak 2013 oleh Jaman Nurchotib Mansur, atau yang lebih dikenal dengan nama Ustaz Yusuf Mansur.  

Seluruh pengguna aplikasi Veritra disebut mitra pengguna, dan pengguna yang telah terdaftar dan melakukan peningkatan (upgrade) status dari mitra pengguna ke level yang lebih tinggi disebut mitra bisnis. 


Peningkatan status dilakukan dengan cara membeli lisensi yang diberikan oleh Veritra (atau terkadang disebut Treni) melalui mitra bisnis lain yang bertindak sebagai sponsor, atau dikenal secara awam dengan skema keanggotaan MLM.
 

Meskipun sempat disuspensi pada Oktober 2017, layanan pembayaran tagihan dan uang elektroniknya (e-money Paytren) sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia pada 22 Mei 2018.  

Selain bisnis MLM, pada 2013 Yusuf Mansur juga sempat dipanggil OJK karena patungan usaha dan patungan aset yang dia kelola dengan mampu menggalang dana hingga Rp 500 miliar itu dianggap belum sesuai dengan peraturan pengumpulan dana publik. 

Oleh karena itu, Yusuf Mansur berinisiatif membentuk perusahaan manajer investasi Paytren Aset Manajemen, sekaligus manajer investasi syariah pertama di Indonesia untuk tetap mampu mengajak masyarakat menginvestasikan dananya dengan cara yang sudah teregulasi. 

Ayu mengatakan saat ini proses yang masih dikerjakan perusahaan pengelola reksa dana yang dia pimpin dengan Veritra adalah persiapan sinkronisasi sistem teknologi informasi. Dengan demikian, jika Veritra sudah mendapatkan izin sebagai gerai maka kerja sama keduanya langsung berjalan mulus. 


"Selain itu, proses pembukaan rekening yang sudah semakin mudah terutama dengan tanda tangan digital akan semakin memudahkan pendaftaran nasabah baru, dan pembelian reksa dana nantinya akan lebih mudah karena kami sedang mengembangkan aplikasi mobile."
 

Selain masih membuka peluang penerbitan reksa dana baru tahun ini, perseroan juga berencana menerbitkan Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) yang masih berhubungan dengan pengembangan agama Islam. 

Saat ini, perseroan memiliki beberapa reksa dana syariah yaitu reksa dana saham PAM Syariah Saham Dana Falah, reksa dana pasar uang PAM Syariah Likuid Dana Safa, dan reksa dana campuran PAM Syariah Campuran Dana Daqu. 



TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading