KTA & Dilema Milenial Membiayai Pernikahan

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
08 March 2019 - 18:58
KTA & Dilema Milenial Membiayai Pernikahan
Jakarta, CNBC Indonesia - Dibenci tapi kadang dibutuhkan. Itulah perumpamaan yang mengambarkan kesan saat bersinggungan dengan pinjaman instan yang bernama kredit tanpa agunan atau jaminan (KTA). 

Ketika ditelepon tenaga pemasaran yang menawarkan kredit model ini, saat tak butuh ditolak mentah-mentah. Apalagi jika sang tele marketing dengan semangat 45 menawarkan kredit hingga kadang sudah pada taraf mengganggu.

Nah, saat tongpes atau kantong kempes dan ada kebutuhan finansial yang mendesak, misalnya untuk pernikahan. Telepon dari tele marketing KTA sangat dirindukan.


Namun tunggu dulu, bijakkah memanfaatkan KTA untuk Pernikahan? 

Muhammad Andoko, Co-Founder and Comissioner One Shildt Financial, mengatakan KTA sebaiknya tidak digunakan untuk untuk acara satu waktu seperti acara pernikahan. "Jangan sampai jadi ranjau rumah tangga," ujarnya pekan ini. 

Dia menjelaskan dasar fasilitas KTA adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak, yang juga harus dilunasi dalam waktu singkat juga. Kalau bisa, lanjutnya, kebutuhan tersebut bersifat produktif. 

Sebelum membicarakan KTA untuk menikah, Andoko juga menjelaskan tentang karakteristik KTA. KTA ada untuk menyederhanakan fasilitas kredit yang sudah ada pada perbankan, dengan jumlah lebih terbatas dan dengan syarat-syarat yang lebih mudah. 

Namun, di balik kemudahan syarat tersebut, di sisi lain KTA memiliki penyeimbang yaitu bunganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan kredit yang memiliki agunan atau jaminan (KDA).  

Karakteristik dasar KTA dan KDA
Kredit Tanpa AgunanKredit Dengan Agunan
Jumlah pinjamanTerbatasMaksimal
Waktu prosesCepatLama
JaminanTanpaHarus ada
BungaTinggiRendah
Tenor pinjaman1-2 tahun10-20 tahun
Sumber: Diolah  

Kembali kepada kebutuhan pernikahan, KTA tentu memiliki tujuan jangka pendek saja, yaitu pesta satu malam. Padahal, tujuan pernikahan adalah membina keluarga dan acara pernikahan itu bukanlah tujuan, tetapi baru awalan dari kehidupan berkeluarga. 

"Apalagi kalau pasangan dan orang tua tidak tahu, demi gengsi, bisa-bisa lunasnya lama atau bahkan tidak pernah terlunasi." 

Andoko juga mengingatkan acara pernikahan pada dasarnya haruslah sesuai kemampuan, dan kemampuan melunasi utang yang harus kami tanggung nantinya jika akhirnya tetap memutuskan mendasari acara tersebut dengan utang, apalagi KTA. 

Jangan hanya demi prestige dan gengsi, padahal kehidupan setelah menikah juga akan membutuhkan banyak dana juga.  

BFoto: infografis/Infografis Tips KTA untuk Pernikahan/Aristya Rahadian Krisabella


Lantas, Bijakkah Menggunakan KTA untuk Membayar DP Pembelian Rumah? 

Membina keluarga baru menjelang pernikahan tentu tak bisa dilepaskan dari keinginan untuk memiliki rumah baru untuk pulang, apalagi jika turut didorong tuntutan dari keluarga pasangan. Salah satu cara memiliki rumah adalah mengambil KPR. 

Namun, bagaimana dengan uang muka (down payment/DP) yang tidak kecil. Bagaimana dengan fasilitas KTA? Memanfaatkan KTA untuk membayar DP rumah pastilah berat, karena biasanya Anda akan mengabaikan kemampuan mencicil KTA yang harus dibebani pembayaran cicilan KPR. 

Untuk itu, jangan sampai memanfaatkan utang KTA untuk DP rumah. Agar lebih bijak, tunggu waktu yang lebih tepat hingga tabungan mencukupi, atau cari dana dari sumber lain yang lebih ramah, misalnya ke saudara dengan bunga yang lebih rendah.  

Bagaimana untuk Kebutuhan Lain? 

Setelah masalah rumah dapat teratasi, ternyata di seputar acara pernikahan juga ada kebutuhan lain, misalnya peralatan rumah, kendaraan, atau 'hanya' renovasi rumah. 

Jika rumah sudah ditakdirkan tersedia dan tinggal pakai, tentu ada pengeluaran lain yang harus dipikirkan, misalnya renovasi sesuai dengan keinginan. Jika kebutuhannya tidak terlalu besar dan tidak ada cicilan lain yang memberatkan, tentu KTA atau kredit lain bisa menjadi pilihan. 

Apalagi jika kita bisa memanfaatkan sertifikat rumah tersebut menjadi agunan kredit, sehingga namanya tidak lagi KTA tetapi KDA yang beban bunganya bisa ditekan. 

Untuk kendaraan, ada baiknya kredit yang dimanfaatkan adalah kredit kendaraan bermotor (KKB) yang biasanya menawarkan bunga yang bersaing. Dan untuk peralatan rumah, ada baiknya mencicil barang perlahan sesuai prioritas barang yang dibutuhkan lebih dulu, jangan sekali 'getok', sehingga pengeluaran juga dapat terukur. 

Terakhir, Andoko memberikan tips untuk melihat cicilan KTA yang akan kita manfaatkan di seputar pernikahan, karena kemampuan mencicil merupakan hal paling penting sebelum kita mengambil keputusan. 

"Hati-hati bunga keterlambatan, bunga keterlambatannya bisa sampai 2% dari total pinjaman, nanti juga bisa tambah besar utangnya dan semakin panjang waktu pelunasannya."  

Tips KTA Untuk Pernikahan:
  1. Jangan gunakan KTA untuk acara pesta pernikahan.
  2. Pahami karakter KTA dan untung-ruginya.
  3. Untuk renovasi rumah, sedapat mungkin gunakan kredit normal (KDA) sehingga beban bunganya tidak sebesar KTA.
  4. Tarik pinjaman KTA sesuai kebutuhan, jangan tergiur untuk menarik seluruh fasilitas yang ada, apalagi untuk kebutuhan konsumtif semata.
  5. Perhatikan cicilan, simulasinya, dan kemampuan mencicil. Pastikan pendapatan Anda dan pengeluarannya serta sisanya sehingga mampu membayar cicilan.
  6. Jangan sampai menunda cicilan, karena dapat terkena bunga keterlambatan dan dapat diperpanjang.
  7. Manfaatkan fasilitas auto debet untuk membayar cicilan agar tidak lupa, tentu.

 Selamat menempuh hidup baru, jangan cicilan baru!  

TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading