Masalah Jiwasraya: Dahlan Iskan Pernah, Kini Rini Soemarno

Investment - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
15 October 2018 09:09
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menghadapi masalah. Asuransi jiwa pelat merah ini terpaksa menunda pembayaran kewajiban polis jatuh tempo.

Problem kesulitan likuiditas menjadi alasan keterlambatan pembayaran yang disampaikan oleh perusahaan asuransi plat merah tersebut. Keterlambatan pembayaran polis jatuh tempo terdapat di produk bancassurance. Nilainya mencapai Rp 802 miliar.

Ada tujuh bank yang memasarkan produk bancassurance yang diketahui bernama JS Proteksi Plan Jiwasraya. Yakni Bank Tabungan Negara (BTN), Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).




Kementerian BUMN di bawah kendali Rini Soemarno memang telah mencium ada sebuah ketidakberesan setelah mendapatkan laporan dari Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam yang baru dilantik Mei 2018 lalu.

Dugaannya, terjadi aset liability mismatch (ketidakseimbangan aset dengan kewajiban) karena penempatan investasi. Kementerian telah meminta audit investigasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal tersebut juga berdasarkan fakta jika laporan keuangan unaudited Jiwasraya non konsolidasi tahun 2017 mencatat laba bersih senilai Rp 2,4 triliun. Namun setelah dilakukan audit ulang, ternyata laba bersih direvisi sangat signifikan menjadi Rp 360 miliar.

Jiwasraya pernah diterpa masalah yang tidak mudah. Sekitar bulan Agustus 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan kala itu menuliskan cerita yang sedikit mengejutkan.

Berikut petikannya seperti dituliskan Dahlan Iskan kepada detikFinance, 14 Agustus 2014:

(NEXT)





(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading