Eksklusif: OJK Buka-bukaan Soal Kondisi Jiwasraya

Investment - Ranny Virginia Utami & Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
12 October 2018 12:50
OJK menyebut masalah Jiwasraya tidak perlu dibesar-besarkan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya buka suara soal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terlambat membayarkan polis yang jatuh tempo bernilai Rp 802 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non-bank OJK Riswinandi mengatakan tekanan likuiditas yang dihadapi Jiwasraya sebegai sesuatu hal yang tak perlu dikhawatirkan.

"Itu perusahaan bukan perusahaan baru, jadi biasa kayak gitu. Maksudnya, kalau mereka ada keterlambatan itu kan yang penting manajemen memahami apa yang harus dilakukan," ujar Riswinandi ketika ditemui di acara OJK Fintech Talk di Bali, Jumat (12/10/2018).


Riswinandi menyesalkan bocornya surat internal pemberitahuan keterlambatan pembayaran polis jatuh tempo Jiwasraya yang akhirnya viral di media sosial. Hal itu membuat pihak-pihak yang tidak mengerti duduk persoalannya bertanya-tanya.

"Padahal ini biasa dan ada hitungan kompensasi yang diusulkan juga. Jadi udah, kita tunggu deh. Mereka akan selesaikan, yang penting bantuannya menenangkan nasabah," jelas Riswinandi.

Riswinandi kembali menegaskan, masalah Jiwasraya tidak perlu dibesar-besarkan. Hal yang terjadi saat ini merupakan hal yang biasa dalam korporasi. Ada saatnya mungkin kondisi perusahaan bagus, ada kalanya terjadi mismatch.

"Tapi yang penting buat kita di OJK sebagai regulator bahwa mereka memahami apa yang harus mereka lakukan. itu aja. kalau gak tahu, itu yang bahaya kan, tapi kalau ini manajemennya tahu apa yang harus dilakukan," terang Riswinandi.

Sebelumnya, manajemen Jiwasraya menyatakan sejak tanggal 1 Oktober 2018 menunda pembayaran polis asuransi Rp 802 miliar. Produk yang bermasalah ini merupakan unitlink atau asuransi berbalut investasi yang diberi nama saving plan.

Rapat ditunda
Sejatinya, jajaran komisaris Jiwasraya hendak mengadakan rapat dengan jajaran direksi hari ini. Namun, rapat yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB di kantor pusat Jiwasraya, Jakarta, ditunda.

"Rapat pagi ini tidak jadi karena pak dirut (Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam) mendadak harus pergi ke Bali. Ya mungkin bertemu ibu Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno)," ujar Komisaris Jiwasraya Scenaider Clasein H. Siahaan kepada CNBC Indonesia.

Keberangkatan sejumlah jajaran direksi juga dikonfirmasi Kepala Bagian Komunikasi Korporat Jiwasraya Wiwik Prihatini ketika ditemui di kantornya. "Iya, tidak jadi rapat karena beberapa direksi berangkat ke Bali," kata Wiwik.

Menurut pengamatan CNBC Indonesia, kantor BUMN itu tetap beraktivitas normal meski sedang mengalami masalah.

Wiwik mengaku, beberapa nasabah yang resah terkait pemberitaan Jiwasraya sudah mendapat penjelasan langsung dari perseroan melalui jaringan telepon dan email.




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading