Likuiditas Tertekan, Seperti Ini Kinerja Keuangan Jiwasraya

Investment - Alfado Agustio, CNBC Indonesia
11 October 2018 13:06
Likuiditas Tertekan, Seperti Ini Kinerja Keuangan Jiwasraya
Jakarta, CNBC Indonesia- Perusahaan asuransi milik plat merah, PT Asuransi Jiwasraya diberitakan sedang mengalami tekanan likuiditas yang membuat perusahaan asuransi milik pemerintah ini menunda pembayaran nilai jatuh tempo.

Bila melihat tahun 2017, kinerja keuangan Jiwasraya memang tertekan. Hal ini terlihat dari laba bersih perusahaan yang anjlok 98,46% menjadi Rp 328,43 miliar. Tahun sebelumnya Jiwasraya mencatatkan laba bersih Rp 2,14 triliun.

Penurunan kinerjanya Pendapatan usaha tak tumbuh maksimal sementara jumlah beban terus meningkat. Jumlah pendapatan naik 19,03% menjadi Rp 25,12 triliun dari Rp 21,1 triliun.


Sementara jumlah beban naik 27,88% dari Rp 19,33 triiliun menjadi Rp 24,72 triliun. Salah satu penyebab kenaikan jumlah beban adalah pembayaran klaim dan manfaat yang naik lebih dari dua kali lipat, dari Rp 6,86 triliun menjadi Rp 15,67 triliun

Indikator berikutnya yaitu utang. Pada 2017 tercatat, Jiwasraya memiliki utang mencapai Rp 513,81 miliar atau meningkat sekitar 30% dibandingkan 2016 yang hanya Rp 382 miliar. 

Kenaikan utang salah satunya disebabkan meningkatnya utang klaim pada periode 2017, dimana pada tahun tersebut utang klaim mencapai Rp 125,68 miliar dari sebelumnya Rp 58,89 miliar pada 2016.  Kondisi ini berdampak kepada peningkatan utang perusahaan keseluruhan yang ikut membengkak. 

Terakhir, rasio solvabilitas. Indikator ini penting untuk menilai kondisi keuangan suatu perusahaan asuransi sehat atau tidak. Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perusahaan asuransi harus menjaga rasio solvabilitasnya di atas 120%. 

Pada 2017, tingkat solvabilitas Jiwasraya sebesar 123,16%. Artinya Jiwasraya masih di atas ketentuan. Namun rasio solvabilitas pada 2017 turun dalam. Pasalnya, 2016 rasio solvabilitas Jiwasraya di kisaran 200,15%.

Beberapa gambaran ini, menjadi bukti jika kinerja perusahaan BUMN sedang mengalami penurunan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar kinerja dapat ditingkatkan kembali, sehingga terhindar dari risiko gagal bayar kewajiban. 


TIM RISET CNBC INDONESIA


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading