Mandiri Rilis Reksa Dana Indeks Perdananya Mengacu LQ45

Investment - Irvin Avriano, CNBC Indonesia
01 August 2018 19:08
Mandiri Rilis Reksa Dana Indeks Perdananya Mengacu LQ45
Jakarta, CNBC Indonesia - Mandiri Manajemen Investasi akan segera memasarkan produk reksa dana indeks perdananya, yakni Reksa Dana Indeks Mandiri LQ45, melalui jaringan industri asuransi.

Endang Astharanti, Direktur Mandiri Investasi, mengatakan produk tersebut baru didaftarkan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 25 Juli 2018. Produk ini memiliki karakteristik unik dibandingkan reksa dana saham umumnya, sehingga tidak banyak beredar di pasar modal Indonesia.

Karakter unik reksa dana indeks adalah portofolio dan kinerjanya akan menjiplak (mirroring) indeks acuan, dalam hal produk baru milik Mandiri Investasi berarti akan mengikuti indeks 45 saham paling likuid yaitu Indeks LQ-45.


"Karena produk baru, targetnya sementara di atas Rp 10 miliar (akhir 2018) mengingat ini reksa dana baru, jadi butuh waktu sosialisasi dulu sebelum mencapai jumlah AUM (asset under management/dana kelolaan) optimal," ujar direktur yang akrab disapa Asti tersebut kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/8/2018).

Indeks LQ45 dibentuk dan diawasi oleh PT Bursa Efek Indonesia. Sekurangnya setiap enam bulan sekali saham anggota (konstituen) indeks tersebut akan dikaji ulang. Otoritas bursa baru menerbitkan daftar anggota Indeks LQ45 baru yang akan berlaku mulai Agustus 2018-Januari 2019.

Lima perusahaan yang baru masuk ke dalam daftar LQ45 adalah PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sebaliknya, lima saham yang baru dikeluarkan adalah PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), serta PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). 


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading