Harga Jual Turun, Investasi di Apartemen Tahun Ini Tak Untung

Investment - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
14 June 2018 10:15
Harga Jual Turun, Investasi di Apartemen Tahun Ini Tak Untung
Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi pada properti menjadi salah satu pilihan masyarakat dengan harapan harga akan terus meningkat di tiap tahun. Namun tahun ini harga properti, khususnya apartemen, tahun ini sepertinya sedang stagnan, artinya jika anda membeli properti tahun lalu, dan menjualnya saat ini, ada potensi anda akan mengalami kerugian.

Ketersediaan (supply) yang tinggi dan tidak diiringi oleh permintaan (demand) yang sebanding mengakibatkan harga properti dalam bentuk apartemen dan gedung yang disewa khususnya di Kota Jakarta terus menurun.

Menurut data dari Colliers International, harga rata-rata apartemen pada kuartal-I di Kota Jakarta turun 0,4% menjadi Rp 32,8 juta/meter persegi dari harga sebelumnya Rp 33 juta/meter persegi.


Tercatat, jumlah permintaan apartemen di kuartal I-2018 tidak berbeda dengan permintaan apartemen di kuartal I-2017. Namun, pasokan apartemen di kuartal I-2018 meningkat dua kali lipat menjadi 5.589 unit dibandingkan dengan pasokan apartemen di kuartal tahun lalu.

Jika anda membeli properti ukuran 50 meter persegi tahun lalu, seharga Rp 1,65 miliar, maka saat ini harga jual properti anda sekitar Rp 1,64 miliar. Potensi kerugian dari penurunan harga jual per meter persegi Rp 10 juta rupiah.
Perhitungan tersebut berdasarkan asumsi anda hanya membeli apartemen tersebut dalam jangka waktu setahun. Namun ada kemungkinan harga jual naik karena daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi membaik. Sebaliknya, harga jual bisa semakin turun jikan terjadi krisis ekonomi.

Harga Sewa Turun
Selain itu, menurut data dari Savills World Research Indonesia, ruang perkantoran Central Business District (CBD) Jakarta periode 2018-2021 akan bertambah ketersediannya menjadi 1,7 juta meter persegi, dengan 600 ribu meter persegi ruang kantor yang dijadwalkan selesai.

Secara rata-rata, harga sewa gedung perkantoran di CBD juga mengalami penurunan sebesar 4,1% pada akhir 2017 menjadi Rp 206 ribu per meter oersegi perbulannya.

Dengan pasokan ruang kantor yang baru dan tidak diiringi dengan pertumbuhan permintaan, kekosongan ruang perkantoran di wilayah CBD meningkat menjadi 21,3% dari sebelumnya 17% untuk bangunan premium grade.

Lalu kekosongan untuk bangunan Grade A meningkat menjadi 30,5% pada 2017 dibandingkan pada 2016 sebesar 24,6%. Serta kekosongan bangunan untuk kelas B dan C meningkat masing-masing 13,5% serta 13,6% pada 2017. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading